Tim SAR Serahkan Body Part Korban Pesawat ATR untuk Identifikasi

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Tim SAR gabungan telah menyerahkan sejumlah body part atau potongan tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada tim forensik di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel untuk keperluan identifikasi pada Rabu (tanggal). Penyerahan ini bertujuan memastikan identitas korban secara akurat melalui proses identifikasi medis dan forensik.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, operasi yang berlangsung di wilayah pegunungan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pengkep) ini juga menemukan sejumlah barang milik korban. Penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.

"Hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur," jelas Arif.

Body part korban ketiga yang ditemukan ini telah diserahkan kepada tim DVI Biddokes Polda Sulsel di area Rumah Sakit Bayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, black box pesawat akan segera diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Barang-barang Milik Korban Ditemukan

Tim SAR gabungan juga menemukan barang-barang milik korban, seperti laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi. "Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku," tutur Koordinator SMC.

Operasi SAR ini masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara. "Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur," kata Arif.

Hingga saat ini, operasi SAR telah berhasil menemukan dan mengevakuasi dua orang korban yang telah teridentifikasi oleh tim DVI. Kedua korban tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, dan Deden Maulana, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang telah diambil keluarganya. Sementara itu, potongan tubuh korban ketiga masih dalam proses identifikasi.

Pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar tersebut mengalami kecelakaan ketika hendak mendarat di Bandara Hasanuddin dan menabrak Gunung Bulusaraung di Pangkep pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat itu diduga mengalami masalah saat hendak mendarat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |