Usai Oasis Diplomasi di Oman, Amerika Langsung Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru saja menyebut putaran pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, sebagai sebuah “awal yang baik”. Suasana hangat masih terasa di ruang perundingan ketika, dalam hitungan jam, kabar lain datang dari seberang samudera: Washington mengumumkan paket sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Iran.

Dua narasi yang bertolak belakang, optimisme diplomatik dan eskalasi tekanan ekonomi, terjalin dalam satu hari yang menentukan, menggambarkan kompleksitas dan jalan terjal menuju perdamaian.

Sebuah “Awal yang Baik” di Tengah Gurun

Pembicaraan yang difasilitasi Oman pada hari Jumat (22/11) ditutup dengan nada hati-hati namun penuh harap. Araghchi, usai berdialog dengan delegasi AS yang dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Steve Witkoff dan Jared Kushner, menyampaikan kesan positif kepada wartawan.

“Saya rasa suasananya bagus dan dalam satu kalimat saya bisa mengatakan bahwa ini adalah awal yang baik,” ujarnya, sebagimana diberitakan IRNA. Ia mengakui bahwa semua kepentingan dan kekhawatiran Iran telah tersampaikan dalam atmosfer yang konstruktif, sementara pandangan pihak Amerika juga didengar. Meski waktu dan format pertemuan lanjutan belum ditetapkan, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dialog.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, memperkuat kerangka diplomasi ini. Dalam pernyataan resmi di akun X, Kementerian Luar Negeri Oman menegaskan bahwa konsultasi terpisah dengan kedua delegasi berfokus pada “penciptaan kondisi yang tepat untuk dimulainya kembali negosiasi diplomatik dan teknis”.

Oman, dengan peran tradisionalnya sebagai mediator tenang di kawasan, menekankan komitmennya untuk menjembatani perbedaan dan mendukung pencapaian solusi politik yang membawa keamanan dan stabilitas jangka panjang.

Laporan dari media Lebanon, Al Mayadeen, yang memiliki tim di lokasi, memberikan gambaran yang lebih netral. Menurut mereka, atmosfer pembicaraan “tidak positif maupun negatif”, dengan agenda yang sangat ketat hanya seputar program nuklir Iran. Namun, fakta bahwa pertemuan ini bisa terselenggara, meski sementara, dinilai sebagai langkah penting untuk meredam ketegangan dan mengurangi risiko konfrontasi militer yang kerap menghantui Teluk Persia.

Sanksi Tiba Sebelum Debu Diplomasi Mengendap

Namun, oasis diplomasi di Muscat segera dikelilingi badai sanksi dari Washington. Hanya beberapa saat setelah pembicaraan usai, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi mengumumkan paket sanksi baru untuk membatasi ekspor minyak Iran.

Read Entire Article
Politics | | | |