Wisudawan STIQ Ar-Rahman, KH Bachtiar Nasir Ingatkan Agar Jadikan Alquran Pedoman Hidup

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pimpinan YPPI AQL dan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Ar-Rahman, Dr (HC) KH Bachtiar Nashir, menyoroti sebuah persoalan penting yaitu tingginya interaksi umat dengan Alquran belum selalu berbanding lurus dengan transformasi karakter, keputusan hidup, dan tatanan sosial.

Dia menilai persoalan yang dihadapi bukan semata keterbatasan akses terhadap Alquran, melainkan perlunya metode yang mampu menjembatani pemahaman ayat, penggalian hidayah, hingga amal yang terjaga dan membentuk karakter.

Hal itu dia sampaikan saat menyampaikan kuliah kehormatan mengusung tema “The Qur’an as the Operating System for Life: Dari Pengetahuan Qurani Menuju Kontribusi yang Bermakna” dalam rangkaian Wisuda Sarjana Ke-V dan Kuliah Kehormatan pada Rabu (26/8/2026), di Aula Kampus Lt III STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Bogor.

Melalui gagasan “Alquran sebagai Operating System Kehidupan”, Kiai Bachtiar menawarkan kerangka agar nilai-nilai yang digali secara benar dari Alquran tidak berhenti menjadi informasi, tetapi berfungsi sebagai sistem kendali dalam mengambil keputusan, melakukan evaluasi diri, dan membangun kebiasaan seorang Muslim.

Dia juga memperkenalkan konsep Predictive Tadabbur, yakni membaca ayat untuk menakar akibat atau kesudahan dari pilihan-pilihan hidup berdasarkan pola sebab-akibat yang telah dijelaskan oleh wahyu, tanpa memasuki wilayah klaim mengetahui perkara gaib.

UBN, begitu akrab disapa, menegaskan gagasan tersebut masih merupakan kerangka ilmiah yang terbuka untuk ditelaah, dikoreksi, dan diuji secara empiris.

Di hadapan para guru besar dan akademisi yang hadir, ia bahkan mengundang telaah ilmiah terhadap metodologi Tadabbur dan Hidayah Alquran agar dapat terus disempurnakan melalui proses akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Gontor, Prof Syamsuddin Arif, memberikan perhatian khusus terhadap gagasan Tadabbur dan Hidayah Alquran yang selama ini dikembangkan UBN.

Dia mendorong UBN untuk mengembangkan gagasan tersebut secara lebih sistematis melalui pembentukan Laboratorium Tadabbur dan Hidayah Alquran sebagai ruang kajian, penelitian, dan pengembangan metodologi Tadabbur Alquran.

Prof Syamsuddin juga menyarankan agar gagasan tadabur dan hidayah Alquran ke depan dapat dikembangkan menuju program studi, jurusan, konsentrasi, atau bidang keilmuan khusus, sehingga tadabur Alquran tidak hanya berkembang sebagai gerakan dakwah, tetapi juga memiliki bangunan akademik dan tradisi penelitian yang semakin kuat.

Read Entire Article
Politics | | | |