Houthi Yaman. Yaman terus melakukan perlawanan terhadap Amerika dan Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Rakyat Yaman telah membuktikan kepada dunia bahwa mereka telah memutuskan sikapnya sendiri dalam mendukung rakyat Palestina dan dalam menghadapi agresi pro-Israel yang baru-baru ini digencarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Serangan udara Amerika Serikat yang diintensifkan baru-baru ini di kota-kota dan infrastruktur Yaman yang sejalan dengan dukungan Washington dan sekutunya yang terus berlanjut untuk rezim Zionis yang telah berlangsung selama enam belas bulan terakhir genosida dan apartheid di Gaza.
Semuanya menunjukkan bahwa Sanaa sekali lagi telah membuktikan bahwa serangan-serangan ini hanyalah kelanjutan dari agresi Amerika Serikat yang menargetkan rakyat Yaman, sebuah bangsa yang telah menunjukkan ketangguhan dan tekad yang tak tergoyahkan dalam mempertahankan tujuan mereka yang benar selama tahun-tahun perang.
Amerika Serikat dan NATO mendukung rezim Zionis dalam kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan berusaha membungkam suara yang menentang kejahatan ini.
Yaman, yang dipimpin oleh Pemerintah Keselamatan Nasional dan Tentara Nasional, berdiri teguh bersama rakyat Gaza selama pembantaian yang mereka derita dan menegaskan kembali komitmennya terhadap perjuangan Arab dan Islam.
Sikap ini menunjukkan solidaritas dan mencerminkan keinginan rakyat yang menolak untuk tunduk pada tekanan eksternal dan bersikeras untuk melindungi kedaulatan dan kemerdekaan mereka.
BACA JUGA: Konflik Internal Israel Semakin Tajam, Saling Bongkar Aib Antara Ben-Gvir Versus Shin Bet
Serangan udara Amerika Serikat yang baru-baru ini dimulai di Yaman dilakukan untuk mendukung koalisi anti-Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Terlepas dari volume dan ketepatan serangan udara dan intelijen Saudi yang besar selama periode ini, Tentara Nasional Yaman di Sana'a telah mampu memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanannya secara signifikan.