Zelensky Klaim Damai di Bulan Juni, Putin Balas dengan Hujan Drone dan Rudal

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Diplomasi untuk mengakhiri perang di Ukraina memasuki fase yang semakin intensif, dengan satu tujuan yang kini mulai terumuskan: mencapai kesepakatan damai pada Juni 2026. Dorongan utama tenggat waktu yang ambisius ini datang dari Washington.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan bahwa pemerintahan AS secara aktif mendorong penyelesaian konflik pada bulan tersebutm sebuah tenggat yang diperkirakan kuat terkait dengan kalender politik domestik Amerika, terutama jelang pemilihan paruh waktu pada musim gugur 2026.

Untuk mewujudkan target tersebut, babak negosiasi baru telah dijadwalkan minggu depan di Miami, Amerika Serikat. Delegasi dari Kiev dan Moskow telah diundang. Meski Ukraina telah mengonfirmasi keikutsertaannya, Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, masih bersikap tenang dan belum memberikan konfirmasi penuh.

Pertemuan ini dibangun di atas dua putaran pembicaraan "konstruktif" sebelumnya di Abu Dhabi, yang meski berhasil memfasilitasi pertukaran tahanan, tidak membuahkan kemajuan berarti dalam isu teritorial yang paling pelik.

Salah satu titik kebuntuan terbesar adalah status Donbas. Kiev mengusulkan pembekuan garis depan dengan jaminan keamanan dari Amerika, sementara Moskow terus mengklaim kedaulatan penuh atas wilayah tersebut. Zelensky yakin bahwa untuk memecahkan deadlock ini, diperlukan pertemuan trilateral tingkat tinggi yang melibatkan dirinya, Presiden AS Donald Trump, dan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana diberitakan Rainews.

Di Medan Perang: Diplomasi Berjalan, 440 Proyektil Mendarat

Namun, jalan menuju "Perdamaian Juni" tak ubahnya berjalan di atas tali yang dibentangkan di tengah medan perang yang masih berkecamuk. Saat diplomat menyiapkan agenda, Rusia melancarkan serangan udara skala besar yang brutal. Militer Rusia mengklaim serangan ini sebagai tanggapan atas "serangan teroris" Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayahnya, termasuk insiden di Belgorod yang menyebabkan pemadaman luas.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (22/2), Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan "serangan terkonsentrasi" menggunakan senjata presisi jarak jauh, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan drone, yang menargetkan infrastruktur energi dan transportasi Ukraina, serta fasilitas produksi drone. "Semua target yang ditentukan telah dihantam," klaim mereka. Di sisi lain, pertahanan udara Rusia mengklaim telah menembak jatuh 168 drone Ukraina dalam 24 jam terakhir, sebagaimana diberitakan RT.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |