REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) memasuki satu dekade perjalanan dalam memberdayakan perempuan sekaligus melestarikan warisan tenun di kawasan ASEAN. Hingga 30 Juni 2026, program tersebut telah memberdayakan 2.617 perempuan penenun di lima negara ASEAN.
Group Chief Sustainability Officer Maybank and Principal Officer Maybank Labuan Foundation Datuk Shahril Azuar Jimin mengatakan, perjalanan MWEW selama satu dekade menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat dan berbagai pihak yang selama satu dekade telah bersama-sama melestarikan warisan tenun, terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan, dan memperkuat mata pencaharian berkelanjutan,” kata Shahril.
Menurut Shahril, kolaborasi tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan bagi generasi mendatang. Karena itu, MWEW tidak hanya berfokus pada pelestarian tenun tradisional, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan dari hulu hingga hilir.
MWEW merupakan program unggulan Maybank Foundation yang pertama kali diluncurkan di Lombok, Indonesia, pada 2016. Dalam perjalanannya, program tersebut berkembang menjadi ekosistem regional yang menghubungkan perempuan penenun, petani serat alami, mitra program, dan masyarakat.
Ekosistem tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari budidaya serat alami dan serikultur, pewarnaan alami, proses menenun, inovasi produk, hingga akses pasar. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus mendorong praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.
Hingga Juni 2026, MWEW juga telah mendukung 3.024 petani di empat negara ASEAN. Program tersebut telah membudidayakan lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka.
Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, MWEW telah mendirikan 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri tenun, dan satu laboratorium pewarna alami di negara-negara ASEAN.
Saat ini, program MWEW menjangkau lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina. Pelibatan berbagai pihak dalam ekosistem tersebut membuat pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan menenun, tetapi juga diarahkan pada penguatan mata pencaharian masyarakat.
Perjalanan satu dekade MWEW menjadi salah satu agenda dalam Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang berlangsung selama dua hari. Agenda utama digelar pada Sabtu (22/8/2026) di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali.
Dalam rangkaian tersebut, satu dekade MWEW dikemas melalui seremoni apresiasi, gelar wicara, lokakarya menenun, serta sesi Inspiring Talks bertema “Impact Society Positively through Partnership”.
Shahril mengatakan, capaian MWEW merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama satu dekade bersama-sama menjaga warisan tenun sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat.
Melalui penguatan keterampilan, bahan baku alami, inovasi produk, dan akses pasar, MWEW berupaya memastikan warisan tenun ASEAN tetap hidup sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas yang menjaganya.

1 hour ago
14

















































