Asupan DHA Anak Usia Sekolah Perlu Dijaga untuk Dukung Fungsi Otak

2 hours ago 17

Seorang anak menolak minum susu (ilustrasi). Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan sekitar delapan dari 10 anak Indonesia usia 4-12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kecukupan asupan asam lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA, pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian. Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan sekitar delapan dari 10 anak Indonesia usia 4-12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.

Temuan tersebut menjadi penting karena DHA merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan dan fungsi sistem saraf, termasuk otak. Kebutuhan nutrisi tersebut tetap perlu diperhatikan ketika anak memasuki usia sekolah dan mengalami perubahan pola makan serta minum.

Memasuki usia sekolah dasar, sekitar 7-12 tahun, pilihan minuman anak cenderung semakin beragam. Minuman bercita rasa, seperti minuman cokelat, teh kemasan, hingga minuman ringan, dapat menjadi bagian dari pilihan konsumsi anak, sementara konsumsi susu dapat berkurang.

Perubahan pola konsumsi tersebut membuat orang tua perlu lebih memperhatikan kecukupan nutrisi dari keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak. Kebutuhan DHA tidak semata-mata bergantung pada satu jenis makanan atau minuman, tetapi dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan yang mengandung omega-3.

Dokter Spesialis Anak dr. Shyrien Amalina mengatakan kecukupan asam lemak esensial seperti Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) tetap penting bagi anak usia sekolah dan remaja untuk mendukung proses pembelajaran serta pematangan fungsi otak.

“Meski perkembangan otak berlangsung paling pesat pada 1.000 hari pertama kehidupan, proses mielinisasi korteks prefrontal—yang berperan dalam atensi, perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls—masih terus berlangsung hingga masa remaja,” ujar Shyrien, Sabtu (22/8/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |