Sebanyak 13 wanita yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dipekerjakan di tempat hiburan malam.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Sebanyak 13 wanita yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dipekerjakan di tempat hiburan malam.
Para wanita ini yang berusia 20-an tahun hingga di bawah umur telah berhasil diamankan oleh tim relawan untuk kemanusiaan Flores di Maumere, NTT. Mereka bakal dijemput Pemprov Jabar dan Polda Jabar pada Jumat (20/2/2026) mendatang.
Mereka berinisial IN asal Bandung, JTP asal Cianjur, DO asal Cianjur, GAT asal Bandung, R asal Cianjur. YAP asal Bandung, TRA asal Cianjur. SS, CN asal Indramayu, PN asal Bandung, SK asal Cianjur. N asal Cianjur dan BS asal Bandung.
Sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing, mereka terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, para korban bekerja dengan dijanjikan gaji sebesar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Namun, mereka mengalami penipuan, kekerasan, hingga pelecehan seksual.
Ia menyebut para wanita asal Jabar itu mendapatkan bantuan dari suster Ika. Mereka telah mendapatkan penanganan yang baik dan dalam perlindungan yang aman.
"Mereka dipastikan dalam keadaan baik, saya sudah berkomunikasi dengan suster Ika. Dalam pekan ini kami akan mengembalikan ke rumah masing-masing," kata dia belum lama ini.
Ia meminta agar proses hukum terhadap para terduga pelaku tetap berjalan tanpa hambatan. Ia meminta agar para pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
"Kami sampaikan kepada seluruh warga Jawa Barat agar tidak mudah tergiur bujuk rayu dijanjikan pekerjaan dengan upah Rp 8 sampai Rp 10 juta. Pada akhirnya mereka di sana menjadi korban pelecehan seksual, pemaksaan kerja, dan upah rendah," kata dia.

3 hours ago
7














































