Analis Nilai Pergantian Deputi Gubernur BI tak Ganggu Pasar Saham

3 hours ago 6

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pergantian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas pasar saham Indonesia. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pergantian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas pasar saham Indonesia.

Meski dilakukan pergantian, ia meyakini BI tetap akan menjalankan fungsinya sebagai bank sentral secara independen dalam menjaga stabilitas moneter di Tanah Air.

“Tidak terlalu signifikan dampaknya. Kalau hemat saya, BI tetap menjalankan fungsi kelembagaan secara independen dalam rangka menerapkan kebijakan stabilitas moneter di Tanah Air,” ujar Nafan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Nafan menjelaskan saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren penguatan, namun telah memasuki zona jenuh beli sehingga perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.

“Secara teknikal, IHSG masih terlihat uptrend. Akan tetapi, RSI sudah berada di zona overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking,” ujar Nafan.

Bank Indonesia telah mengonfirmasi Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai adanya wacana pertukaran jabatan antara wakil menteri keuangan dengan Deputi Gubernur BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral.

Belakangan, beredar kabar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akan beralih posisi menjadi Deputi Gubernur BI. Sementara itu, Deputi Gubernur BI Juda Agung mengisi jabatan wakil menteri keuangan yang ditinggalkan Thomas.

“Itu exchange yang saya pikir seimbang. Tidak ada yang aneh. Independensi BI tidak ada hubungannya,” ujar Purbaya.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, IHSG tercatat menguat 21,54 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.155,41.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.336.785 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,61 miliar lembar saham senilai Rp 16,07 triliun.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |