REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengambil peran dalam menyiapkan kebutuhan tenaga kerja sektor energi yang diproyeksikan melonjak seiring percepatan transisi energi nasional. Kampus ini memfokuskan pendidikan berbasis praktik untuk menjawab kebutuhan industri kelistrikan.
Kebutuhan tenaga kerja tersebut muncul di tengah rencana investasi sektor kelistrikan yang diperkirakan melampaui Rp3.000 triliun dalam 10 tahun ke depan. Lonjakan investasi ini membuka peluang kerja luas bagi talenta yang siap terjun ke industri energi.
“Dari transisi energi ini dibutuhkan lebih dari 1,7 juta tenaga kerja. Ini bukan angka perkiraan, tapi hasil kajian nyata,” kata Kepala Rektorat ITPLN Purnomo, dikutip Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan peluang kerja di sektor energi akan terus meningkat seiring elektrifikasi di berbagai sektor. ITPLN menyiapkan 18 program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, mencakup bidang teknik, bisnis, dan teknologi.
Model pembelajaran di ITPLN menekankan praktik langsung serta keterhubungan dengan industri. Pendekatan ini memberi bekal bagi mahasiswa untuk lebih siap memasuki dunia kerja. “Belajar di sini bukan sekadar teori, tapi langsung praktik dan terhubung dengan industri,” ujar Purnomo.
ITPLN juga memiliki jaringan alumni yang kuat di lingkungan PT PLN (Persero). Setiap tahun, lebih dari 250 pegawai PLN melanjutkan pendidikan di ITPLN, di luar lulusan baru yang diserap perusahaan. “Setiap tahun lebih dari 250 pegawai PLN kuliah di ITPLN. Belum termasuk lulusan baru yang diserap. Totalnya bisa lebih dari 500 alumni ITPLN yang bekerja di PLN setiap tahun,” kata Purnomo.
Kondisi ini memperkuat peluang karier mahasiswa ITPLN karena didukung jaringan senior di berbagai lini perusahaan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain.
Di sisi lain, ITPLN membuka jalur ikatan kerja bagi mahasiswa baru sebagai bagian dari percepatan penyerapan tenaga kerja sektor energi. Program ini menyediakan 150 kursi bagi mahasiswa yang langsung terikat kontrak kerja dengan PLN sejak awal kuliah.
Rektor ITPLN Iwa Garniwa menjelaskan program ini memberi kepastian karier bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi di sektor energi nasional. “Sebanyak 150 mahasiswa yang diterima di ITPLN akan langsung terikat kontrak kerja dengan PLN sejak awal perkuliahan. Program ini memberikan jaminan karier setelah lulus,” ujar Iwa.
Peluang juga terbuka bagi mahasiswa di luar kuota ikatan kerja. Sekitar 100 lulusan terbaik tetap memiliki kesempatan direkrut PLN setelah menyelesaikan pendidikan melalui proses seleksi.
“Begitu diterima di ITPLN, mereka langsung diikat kerja oleh PLN melalui kontrak resmi antara mahasiswa dan perusahaan,” kata Purnomo.
Persaingan masuk PLN melalui jalur reguler sangat ketat dengan rasio hampir 1 banding 1.000. Jalur ikatan kerja menjadi alternatif yang memberi peluang lebih besar bagi calon tenaga kerja. “Bayangkan, hampir 1.000 orang berebut satu kursi. Tapi melalui jalur Ikatan Kerja ITPLN, peluang untuk bekerja di PLN semakin terbuka,” ujar Purnomo.
ITPLN juga menjalin kerja sama dengan berbagai industri dalam dan luar negeri. Kolaborasi ini memperluas peluang kerja bagi lulusan di berbagai sektor. ITPLN membuka pendaftaran bagi siswa SMA/SMK sederajat, khususnya di Jawa Barat, melalui program open house bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan pilihan 13 program studi jenjang D3 dan S1.
Calon mahasiswa diimbau memanfaatkan kesempatan ini karena kuota terbatas. Program ini menjadi salah satu jalur strategis untuk masuk ke sektor energi yang terus berkembang.

2 hours ago
4
















































