REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran program gentengisasi yakni penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat atau batuan tidak mencapai Rp1 triliun dan masih dapat dikendalikan. Estimasi awal yang beredar dianggap terlalu kasar karena mengasumsikan seluruh rumah di Indonesia beratap seng, padahal hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria penggantian.
“Anggarannya enggak sampai Rp1 triliun. Hitungannya kasar sekali, semua rumah dihitung terus semua diganti, padahal yang pakai seng paling berapa puluh persen saja. Jadi angkanya lebih kecil, masih bisa dikendalikan,” kata Purbaya seusai menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Program gentengisasi ini digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk memperindah permukiman, membuat hunian lebih sejuk, tahan lama, dan estetis. Prabowo, yang dilantik sebagai Presiden RI ke-8 pada 20 Oktober 2024, menyatakan keinginannya agar seluruh atap rumah di Indonesia menggunakan genteng.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Ini gerakan gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Atap seng dinilai panas, mudah berkarat, serta kurang mendukung citra Indonesia yang indah, terutama untuk pariwisata dan kenyamanan warga. Pendanaan program ini bersumber dari cadangan APBN 2026, dengan kemungkinan realokasi dari pos lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski nilainya tidak besar.
“Ada kemungkinan dari cadangan, ada kemungkinan dari MBG atau tempat lain. Tapi cukuplah, nggak banyak-banyak banget,” ungkap Purbaya.
Industri genteng nasional menyambut positif kebijakan ini. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyatakan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) siap ekspansi karena utilisasi pabrik sudah mendekati 90 persen.
Purbaya juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui 6 persen tahun ini dengan menggenjot sektor pemerintah dan swasta secara seimbang, serta perbaikan iklim usaha. “Dua mesin pertumbuhan digerakkan bersama, sinergi fiskal-moneter, pertumbuhan di atas 6 persen mudah tercapai,” paparnya.
Program gentengisasi kini memasuki tahap perencanaan detail pendanaan dan pelaksanaan pasca-Rakornas tersebut.

2 hours ago
2















































