Jelang Rilis Data BPS, Purbaya Yakini Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 6 Persen di 2026  

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui 6 persen pada 2026, meski target resmi dalam APBN hanya 5,4 persen. Keyakinan ini disampaikan menjelang rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) besok, yang diyakini akan menjadi indikator awal tren positif.

Purbaya menekankan, optimisme tersebut didasari penggerakan dua mesin pertumbuhan secara seimbang yakni sektor pemerintah melalui belanja infrastruktur dan program-program prioritas, serta sektor swasta yang didukung perbaikan iklim usaha.

“Apa jalan untuk mencapai pertumbuhan di atas 5 persen? Karena sekarang menterinya lebih baik daripada sebelumnya. Selama 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan kita lumpuh. Era Yudhoyono (Presiden SBY) swasta dominan tapi pemerintah kurang aktif, era Jokowi (Presiden Joko Widodo) infrastruktur masif tapi swasta lesu. Sekarang kita genjot keduanya. Dengan sinergi fiskal, moneter, dan iklim usaha yang lebih baik, pertumbuhan di atas 6 persen mudah tercapai,” kata Purbaya kepada wartawan di sela Indonesia Economic Summit, Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, target 6 persen bukan sekadar ambisi, melainkan pijakan awal menuju pertumbuhan lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. “Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, seterusnya mendekati 7 persen. Mendekati 2029, bisa 8 persen, jika saya masih di sini,” ujarnya dengan nada percaya diri.

Purbaya juga menyebut dirinya akan meminta “hadiah” dari Presiden Prabowo Subianto jika target 6 persen terealisasi, sebagai simbol keyakinan atas kebijakan yang dijalankan pemerintahan baru.

Konferensi pers BPS besok (4/2/2026) diperkirakan akan merilis data awal terkait indikator ekonomi triwulan I-2026 atau update bulanan terkini, termasuk perkembangan ekspor-impor, inflasi, dan neraca perdagangan. 

Data ini menjadi tolok ukur pertama bagi proyeksi Purbaya, terutama setelah BPS mencatat surplus neraca perdagangan 2025 mencapai 41,05 miliar dolar AS dan inflasi Januari 2026 sebesar 3,55 persen (yoy) dengan deflasi bulanan 0,15 persen.

Purbaya optimis data BPS akan mendukung pandangannya, karena momentum pembalikan arah ekonomi sudah terlihat sejak akhir 2025. Ia menilai koordinasi kebijakan yang lebih baik di era pemerintahan Prabowo akan mendorong pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |