Arief Rosyid: Syekh Yusuf Teladan Kepemimpinan yang Menyeluruh

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA — Ketua Umum Angkatan Muda Syekh Yusuf, Arief Rosyid, mendorong generasi muda menghidupkan kembali warisan kepemimpinan intelektual Syekh Yusuf yang dinilai relevan menjawab krisis keteladanan saat ini.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan Dialog Kebudayaan memperingati 400 tahun Syekh Yusuf yang digelar di Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (25/3).

Arief menilai ruang publik saat ini menghadapi kekosongan figur teladan yang utuh bagi generasi muda. Menurutnya, banyak figur tampil kuat di satu sisi, namun lemah di sisi lain, sehingga tidak menghadirkan contoh kepemimpinan yang menyeluruh.

“Syekh Yusuf menghadirkan kesatuan antara kedalaman ilmu, kekuatan spiritual, dan keberanian politik dalam satu garis hidup yang konsisten,” ujar Arief.

Ia menegaskan, warisan Syekh Yusuf perlu diterjemahkan menjadi praktik kepemimpinan yang relevan dengan kondisi kekinian.

“Kita tidak kekurangan informasi, kita kekurangan teladan yang utuh. Syekh Yusuf memberi arsitektur kepemimpinan yang lengkap,” tambahnya.

Akademisi UIN Alauddin Makassar, Wahyuddin Halim, menilai kekuatan utama Syekh Yusuf terletak pada konsistensi antara pemikiran dan tindakan.

“Beliau tidak berhenti pada gagasan, tetapi mengujinya dalam realitas. Dari situ lahir integritas dan keberanian yang memiliki dasar,” jelasnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses intelektual dan pembentukan karakter yang panjang.

“Syekh Yusuf menunjukkan bahwa ada akumulasi pengetahuan dan disiplin sebelum seseorang masuk ke arena perjuangan,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan menjadikan Gowa sebagai titik tolak lahirnya kepemimpinan muda yang berakar pada nilai, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Dewan Masjid Sulawesi Selatan Mayjen (Purn) TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, Ketua Majelis Adat Tinggi Kerajaan Gowa Andi Bau Malik Barammamase, serta Ketua Umum FKGP-SH Andi Pangerang Nur Akbar.

Read Entire Article
Politics | | | |