Atasi Macet-Banjir, Pemprov Jakarta Akan Buat Flyover di Daan Mogot

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun jalan layang (flyover) di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka menengah hingga panjang demi mengatasi persoalan banjir dan macet di area tersebut.

“Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini, yang panjangnya mungkin lebih dari 2 kilo (km),” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat pada Selasa (3/2/2026).

Untuk itu, Gubernur Pramono akan meminta kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta agar menghitung kembali rencana pembangunan flyover di lokasi tersebut.

Ia menilai, persoalan banjir dan macet di kawasan Jalan Daan Mogot itu tidak cukup hanya dengan penyelesaian jangka pendek. Harus ada penyelesaian jangka menengah dan panjang.

"Kalau mau menengah, panjang, maka dibuat flyover karena di tempat ini nggak mungkin. Begitu curah hujan 100 saja, Sungai Mookervart ini pasti akan melimpah ke jalan yang ada di Daan Mogot,” jelas politikus PDIP ini.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga membangun sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot. Hal itu sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi.

Pembangunan demikian dilakukan di empat titik di sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. Sebab, kawasan tersebut diketahui kerap terdampak genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Total kapasitas pompa yang dibangun itu mencapai 11,5 meter kubik per detik, yang berasal dari sejumlah rumah pompa, yakni Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.

Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, dia pun berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat.

Selain rumah pompa, Pemprov Jakarta juga membangun saluran pendukung guna mengoptimalkan kinerja sistem polder.

Saluran tersebut meliputi Saluran Gendong di sisi utara dan sisi selatan, masing-masing sepanjang kurang lebih dua kilometer, serta saluran penyeberangan (crossing) di Jalan Raya Daan Mogot.

Menurut Gubernur, saluran pendukung itu berperan penting dalam mengarahkan aliran air menuju rumah pompa.

Dengan sistem aliran yang saling terhubung dan terintegrasi, maka air dari titik-titik genangan dapat ditangani dengan lebih cepat dan efisien. 

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |