REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga tentara Indonesia di Lebanon Selatan. Mereka menyampaikan penghormatan terhadap “pengorbanan mulia” para prajurit dalam menjaga perdamaian di Lebanon.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kepemimpinan Gerakan Hamas, Muhammad Darwish dalam pernyataan yang dilansir semalam. Ia menyampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, serta pemerintah dan rakyat Indonesia, ungkapan belasungkawa yang tulus dan simpati yang mendalam atas gugurnya “tiga tentara pemberani serta luka-lukanya sejumlah lainnya, akibat dua serangan keji saat mereka menjalankan tugas dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon Selatan.”
“Kami mengenang dengan penuh penghargaan dan penghormatan apa yang telah dipersembahkan oleh para syuhada ini berupa pengorbanan mulia demi menjaga keamanan dan perdamaian internasional,” ujar Darwish dalam pernyataan yang diterima Republika.
Menurutnya pengorbanan mereka mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan dan memperkuat stabilitas di kawasan dan dunia.
Ia juga menyatakan kecaman keras terhadap serangan pengecut ini yang menargetkan para tentara yang sedang menjalankan tugas dalam pasukan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hama menegaskan pentingnya dilakukan penyelidikan segera untuk mengetahui kronologi kejadian dan meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab.
“(Pihak) yang tampaknya terus melakukan serangan-serangan semacam ini, melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta meremehkan piagam dan norma internasional.”
Darwish juga menegaskan sikap tegas Gerakan Hamas dan solidaritas penuhnya terhadap Republik Indonesia, baik pimpinan maupun rakyatnya.
“Kami memohon kepada Allah agar para syuhada mendapatkan rahmat-Nya yang luas, para korban luka diberikan kesembuhan yang segera, serta keluarga mereka diberikan kesabaran dan ketabahan.
Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.
Mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.
Fahrizal meninggal akibat serangan artileri Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026).
Kematian ini di tengah agresi Israel ke Lebanon selatan yang sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 warga. Kelompok Hizbullah melakukan perlawanan terhadap agresi tersebut, memicu seantero selatan Lebanon jadi medan tempur.

1 hour ago
4
















































