Prabowo dan Presiden Korea Selatan Tingkatkan Kerja Sama Strategis

3 hours ago 5

Prabowo soroti hasil strategis dari pertemuan dengan Lee dari Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa pertemuannya pada hari Rabu dengan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung, telah menghasilkan hasil yang produktif dan strategis untuk kedua negara. Pertemuan ini berlangsung dalam acara jamuan kenegaraan di Blue House, Seoul, Rabu lalu.

"Peningkatan hubungan bilateral kami menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersama dengan penandatanganan beberapa perjanjian kunci, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara," ujar Prabowo, sebagaimana disampaikan oleh Sekretariat Presiden.

Prabowo juga mengungkapkan optimismenya bahwa kemitraan yang ditingkatkan dan perjanjian tersebut akan memberikan manfaat yang berarti dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan dalam sejarah, menyoroti bahwa Indonesia dan Korea Selatan berjuang keras untuk mencapai kemerdekaan dan membangun negara mereka masing-masing.

"Kami memiliki banyak kesamaan dalam sejarah kami dan kami memiliki kepentingan bersama. Kedua negara kami harus berjuang keras untuk kemerdekaan kami. Korea Selatan telah berhasil menjadi negara industri yang sangat maju," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan kekagumannya atas pencapaian Korea Selatan, khususnya dalam kemajuan industrinya dan etos kerja masyarakatnya yang kuat. "Saya memahami ada sebuah pepatah Korea yang sangat dihargai yang berbunyi: hamkke gamyeon meolli ganda. Jika kita pergi bersama, kita akan pergi jauh," katanya.

Jamuan kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol kehormatan diplomatik tetapi juga sebagai penegasan kembali komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan dan berorientasi masa depan. Dalam pertemuan yang digelar sebelumnya pada hari itu, Presiden Prabowo dan Presiden Lee sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis kedua negara menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. Kedua pemimpin juga menyaksikan pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama bilateral yang mencakup berbagai sektor.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |