Seorang demonstran memegang replika tabung gas LPG saat demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup, di luar Gedung Pemerintah, di Bangkok, Thailand, Kamis (2/4/2026). Jaringan buruh dan kelompok masyarakat sipil menggelar protes terhadap kenaikan harga minyak, mendesak pemerintah untuk mengatasi krisis energi dan dampaknya secara langsung terhadap biaya hidup.
REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Krisis bahan bakar avtur dan diesel akibat konflik Timur Tengah melanda Asia dan diperkirakan mencapai Eropa pada April atau menjelang Mei, kata Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol.
"Masalah terbesar saat ini adalah kurangnya bahan bakar pesawat jet dan diesel. Ini menjadi tantangan utama. Kita sudah melihatnya di Asia, tetapi akan segera sampai, saya rasa pada April, akan sampai ke Eropa, atau mungkin awal Mei," kata Birol dalam sebuah podcast bersama Nicolai Tangen.
Dia mencatat bahwa minyak yang hilang pada April akan dua kali lebih besar dibanding Maret. Oleh karena itu, katanya, situasi ini akan menyebabkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak wilayah, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara yang sedang berkembang yang mengalami keterbatasan devisa.
Pada saat yang sama, CEO grup maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, Carsten Spohr, juga memperingatkan ancaman kelangkaan bahan bakar jet, terutama di luar Eropa, akibat gangguan pasokan yang disebabkan konflik di Timur Tengah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian melakukan aksi balasan, dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Situasi tersebut juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga.
sumber : Antara

4 hours ago
3
















































