Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia setelah fungsionaris DPP Partai Golkar bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah Indonesia akan memfasilitasi perusahaan Amerika Serikat untuk berinvestasi di sektor mineral kritis. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
Pemerintah menyiapkan dukungan pada tahap implementasi dengan tetap mengacu pada ketentuan nasional. Indonesia membuka ruang investasi yang setara bagi semua negara, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
“Kami telah bersepakat untuk memfasilitasi pengusaha dari Amerika Serikat untuk melakukan investasi dengan tetap menghargai aturan yang berlaku di negara kita,” kata Bahlil di Washington DC, dikutip Jumat (20/2/2026) malam waktu Indonesia.
Investasi diarahkan pada komoditas strategis seperti nikel, logam tanah jarang, tembaga, dan emas. Pemerintah menyiapkan dua skema, yakni investasi langsung dari tahap eksplorasi hingga produksi atau kemitraan dengan badan usaha milik negara maupun perusahaan yang telah beroperasi.
Pemerintah juga memberikan ruang bagi investor untuk mengekspor hasil produksi setelah melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Kebijakan ini menegaskan komitmen pada hilirisasi dan tidak membuka kembali ekspor bahan mentah.
“Nikel, dan jika sudah memasuki masa 90 hari ke depan, saya sebagai menteri teknis dengan senang hati akan memfasilitasi mereka dengan baik, dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku di dalam negeri,” ujar Bahlil.
Menteri ESDM menambahkan pemerintah telah melakukan pemetaan wilayah tambang yang prospektif untuk ditawarkan kepada calon investor. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus menjaga momentum hubungan ekonomi bilateral.
Salah satu pola kerja sama yang menjadi rujukan adalah model pengelolaan terintegrasi, mulai dari eksplorasi, pembangunan fasilitas pengolahan, hingga produksi sesuai ketentuan nasional. Pendekatan ini dinilai dapat diterapkan pada pengembangan komoditas mineral kritis lainnya.
Bahlil menegaskan investasi yang masuk harus berorientasi pada pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Produk yang telah diproses kemudian dapat dipasarkan ke pasar global, termasuk ke Amerika Serikat.
Kebijakan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral strategis dunia. Pemerintah menargetkan realisasi investasi dapat berjalan setelah tahap finalisasi kerja sama selesai. Langkah tersebut diharapkan mendorong hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

2 hours ago
6













































