Bangkit dari Bencana, Pramuka Unand Dampingi Kelompok Tani dan Karang Taruna di Salingka Kampus

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dari berbagai program studi yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka, dibantu dua orang dosen pembimbing lapangan, terjun langsung mendampingi masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kawasan Salingka Kampus.

Kegiatan ini berlangsung sejak 28 Januari dan direncanakan berakhir 30 Maret 2026, bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan target minimal 160 Jam Kegiatan Efektif Mahasiswa (JKEM).

Ketua Pelaksana, Rangga Hardiansyah Putra, menjelaskan kegiatan yang diberi nama Saling Kampus Bangkit (SAKABA) ini dirancang untuk membantu masyarakat pulih dan bangkit pascabencana banjir besar.

“Mahasiswa hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi bekerja sama dengan kelompok tani dan pemuda membangun sistem berkelanjutan yang memulihkan produksi dan kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Rangga dalam keterangan Kamis (19/2/2026).

Dalam program SAKABA, mahasiswa membangun rumah bibit sayuran untuk 20 kepala keluarga anggota kelompok tani terdampak. Bibit yang dikembangkan antara lain cabai, seledri, selada, dan terung, yang dapat ditanam di halaman rumah masing-masing.

Untuk mendukung ekonomi keluarga selama Ramadhan, disiapkan pula program jualan berbasis menu khas Padang, khususnya untuk mahasiswa yang banyak tinggal di kos di sekitar wilayah tersebut.

“Banjir kemarin telah menghancurkan sebagian lahan kami, sehingga keberadaan rumah bibit sayuran ini memberi harapan baru bagi anggota minimal dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Suherman, ketua Kelompok Tani Kampung Duri Jalan Kampus

Selain kelompok tani, Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto juga diberdayakan. Pemuda lokal dilibatkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk penyediaan sarana air bersih dan edukasi kesehatan bagi 10 kepala keluarga yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Kawasan Suku Tanjung, Batu Busuk.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat pascabencana.

Pembina Pramuka Unand, Dr apt Syofyan, M.Farm menekankan, “Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan. Program ini memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan pangan masyarakat sekaligus menegaskan peran kampus di sekitar Salingka Kampus.”

Kolaborasi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah lokal diharapkan berkelanjutan untuk menjalankan ketahanan komunitas, pemberdayaan pemuda, dan pembangunan sosial yang adaptif terhadap bencana.

Read Entire Article
Politics | | | |