Tiga butir buah kurma.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Saat adzan magrib berkumandang, banyak orang bergegas ke meja makan untuk mengisi perut setelah berpuasa seharian.
Namun, terburu-buru ini bisa membuat justru merasa berat dan lesu, bukannya segar seperti yang diharapkan.
Beberapa orang menyatakan mereka merasa lebih letih setelah buka puasa daripada saat puasa, yang sering kali berkaitan dengan cara mereka makan makanan pertama.
Lalu, apa cara terbaik untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan? Dan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan untuk memulai dengan kurma dan air sebelum makanan lainnya?
Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyatakan sebagai berikut:
عن سلمان بن عامر الضبي الصحابي، رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذا أفطر أحدكم، فليفطر على تمر فإن لم يجد فليفطر على ماء فإنه طهور
Dari Salman bin Amir adlobbi RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,” "Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, maka hendaklah dia berbuka dengan kurma. Sesungguhnya, kurma itu adalah (mengandung) berkah. Apabila tidak mendapatkan kurma, maka hendaklah dia berbuka dengan air. Sesungguhnya air itu suci." (H Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi).
Rahasia kurma dan air
Dikutip dari Aljazeera, Kamis (19/2/206), beberapa sejarawan percaya bahwa kurma adalah salah satu buah tertua yang ditanam sepanjang sejarah, dan para ahli gizi telah menjelaskan berbuka puasa dengan kurma dan air adalah pilihan yang paling sehat.
Hal ini karena kurma merupakan sumber gula yang unik, sehingga menjadi cara yang efektif dan cepat untuk mengganti energi yang hilang selama berpuasa dalam waktu lama.

3 hours ago
3















































