Banjir dan Longsor di Aceh hingga Sumbar, BNPB Catat 1.200 Korban Meningga

2 hours ago 2

Relawan medis dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumatera Utara memeriksa kesehatan penyintas banjir bandang Aceh Tamiang saat menggelar layanan mobile klinik di Masjid Al Misbah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025). Layanan kesehatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 penyintas dengan berbagai penyakit seperti radang tenggorokan, batuk pilek, demam hingga gatal-gatal. Program layanan mobile klinik BSMI Sumatera Utara tersebut dilakukan untuk menjangkau daerah terdampak banjir bandang Aceh Tamiang yang masih minim layanan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.200 jiwa hingga Senin (20/1/2026). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan jumlah tersebut bertambah setelah adanya laporan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

“Selain korban meninggal, hingga saat ini tercatat sebanyak 143 orang masih dinyatakan hilang,” kata Abdul.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB juga melaporkan bahwa jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Mereka tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana sejak banjir dan longsor melanda pada akhir November tahun lalu.

Menurut Abdul, dinamika jumlah pengungsi terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai berjalan di sejumlah daerah.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus mengoptimalkan penanganan darurat guna memastikan keselamatan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.

“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |