Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga BBM, Dua Negara Bagian di Australia Gratiskan Transportasi Umum

7 hours ago 15

Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Dua negara bagian di Australia, yakni Victoria dan Tasmania, akan menggratiskan transportasi umum di wilayahnya guna mendorong masyarakat di sana tak mengendarai kendaraan pribadi. Kebijakan tersebut berkaitan dengan melonjaknya harga minyak dunia akibat perang yang berlangsung di Timur Tengah.

Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, mengumumkan pada Sabtu (28/3/2026) bahwa kereta api, trem, dan bus di negara bagiannya akan digratiskan untuk semua warga mulai Selasa (31/3/2026). Layanan transportasi umum gratis tersebut bakal diberlakukan hingga akhir April 2026.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas warga di tengah melonjaknya harga minyak dunia. "Ini tidak akan menyelesaikan setiap masalah, tetapi ini adalah langkah segera untuk membantu warga Victoria saat ini," kata Allan dalam pernyataannya, dikutip laman BBC, Ahad (29/3/2026).

Sementara itu Perdana Menteri Tasmania, Jeremy Rockliff, mengatakan, pemerintahannya akan menggratiskan bus, kereta, dan kapal feri selama beberapa bulan mendatang. "Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah mengapa kami sekali lagi mengambil tindakan tegas dan menentukan untuk melindungi warga Tasmania," ujar Rockliff.

Tasmania juga akan menggratiskan bus sekolah berbayar. Kebijakan tersebut bakal membantu warga yang memanfaatkan layanan bus tersebut menghemat sebesar 20 dolar Australia per pekan.

Sementara itu, negara bagian lainnya di Australia belum memutuskan apakah akan mengambil kebijakan serupa Victoria dan Tasmania. Pemerintah Australia mengatakan, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah telah berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di negaranya.

Lonjakan harga minyak dunia salah satunya dipengaruhi keputusan Iran membatasi secara ketat akses lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Sebanyak 20 persen pasokan minyak global diketahui melintasi selat tersebut setiap harinya.

Kenaikan harga minyak telah mendorong sejumlah negara memberlakukan langkah-langkah penghematan bahan bakar.

Read Entire Article
Politics | | | |