Baru 35 Tahun, Takato Ishida Jadi Gubernur Termuda di Jepang

1 hour ago 2

Takato Ishida. Dia terpilih sebagai sebagai gubernur termuda di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panggung politik Jepang baru saja mencatatkan sejarah baru dengan terpilihnya Takato Ishida sebagai Gubernur Prefektur Fukui pada pemilihan yang berlangsung pada Ahad (25/1/2026). Dalam usia yang baru menginjak 35 tahun, mantan pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang ini dinobatkan sebagai gubernur petahana termuda di seluruh negeri setelah berhasil memenangkan simpati pemilih di tengah krisis kepercayaan publik.

Kemenangan Ishida menjadi sangat monumental karena ia hadir sebagai figur independen yang mampu meruntuhkan dominasi tokoh-tokoh senior serta membelah dukungan partai besar di salah satu wilayah paling konservatif di Jepang. Kemenangan Ishida tidak lepas dari situasi darurat yang menimpa Fukui, di mana gubernur sebelumnya terpaksa meletakkan jabatan akibat skandal pelecehan seksual terhadap pegawai pemerintah.

Di tengah kondisi tersebut, Ishida muncul dengan profil yang mengesankan, mulai dari gelar Master dari Georgetown University hingga pengalaman diplomatik sebagai Wakil Konsul di Melbourne. Dilansir laman Japan Times, dia berhasil mengumpulkan 134.620 suara, mengalahkan pesaing terdekatnya, Kenichi Yamada (67), yang didukung oleh koalisi besar partai kemapanan.

Pertarungan ini begitu sengit hingga memicu perpecahan di internal Partai Demokrat Liberal (LDP), menunjukkan bahwa daya tarik Ishida mampu melampaui batasan garis partai tradisional. Selama masa kampanye, Ishida memanfaatkan pendekatan digital yang sangat progresif melalui media sosial, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh politisi di daerah konservatif.

Ia berkomitmen penuh untuk memperluas dukungan pengasuhan anak serta melanjutkan proyek infrastruktur strategis seperti perpanjangan jalur kereta cepat Hokuriku Shinkansen. Selain visi politiknya, penampilan fisik Ishida juga menjadi perbincangan hangat di dunia maya; banyak netizen yang mengaku terpesona dengan ketampanannya dan menyebutnya sebagai wajah baru yang menyegarkan di panggung politik Jepang yang biasanya didominasi wajah-wajah lama.

Meskipun tingkat partisipasi pemilih tercatat berada pada rekor terendah yaitu 46,29 persen, keberhasilan Ishida tetap dianggap sebagai tanda perubahan zaman. Takato bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Jepang pada 2015, kemudian menjabat sebagai wakil konsul di Konsulat Jenderal Jepang di Melbourne. Ia mengundurkan diri dari kementerian pada Desember 2025 untuk mencalonkan diri.

Read Entire Article
Politics | | | |