Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Speedboat di Pulau Panjang

6 hours ago 8

Potensi kerugian negara mencapai Rp 835,52 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM - Bea Cukai Batam kembali menggagalkan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal dengan mengamankan 1,12 juta batang rokok tanpa pita cukai dari sebuah speedboat tanpa awak. Kapal bermesin 2 x 200 PK tersebut ditemukan kandas di kawasan hutan rawa bakau Pulau Panjang pada Kamis (12/3/2026) sore.

Penindakan ini bermula dari hasil observasi dan analisis situasi yang dilakukan petugas terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Patroli Laut BC-11001 melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan speedboat mencurigakan sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi kandas.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya awak kapal di lokasi. Setelah dikuasai, petugas kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT setempat serta Satgas Patroli Laut BC-1001 untuk membantu proses evakuasi. Setelah upaya penarikan, speedboat beserta muatannya berhasil dikeluarkan dari area hutan bakau sekitar pukul 16.30 WIB.

Pemeriksaan yang dilakukan di lokasi menemukan bahwa kapal tersebut mengangkut rokok ilegal tanpa pita cukai. Petugas langsung melakukan tindakan penegahan dan penyegelan terhadap sarana pengangkut beserta seluruh muatannya. Selanjutnya, kapal dan barang bukti dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk proses lebih lanjut dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, diketahui bahwa muatan terdiri dari 75 karton berisi 640 ribu batang rokok merek H-Mind dan 40 karton berisi 480 ribu batang rokok merek OFO-Bold. Total keseluruhan mencapai 1,12 juta batang rokok dengan estimasi nilai barang sebesar Rp 1,66 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp 835,52 juta.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan, khususnya di jalur laut yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan.

“Penindakan ini bukan hanya untuk melindungi penerimaan negara, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal, serta memastikan keadilan bagi industri yang taat pada aturan,” ujarnya.

Ia menambahkan sinergi dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengawasan di lapangan. Oleh karena itu, Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam distribusi maupun konsumsi barang ilegal serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran.

Read Entire Article
Politics | | | |