Begini Kronologis Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran besar terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) wilayah Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Akibatnya, sejumlah rumah warga yang berada di sekitar area SPBE ikut terdampak. 

Salah seorang warga, Mardi (30 tahun), mengatakan peristiwa itu bermula ketika bau gas menyengat tercium dari dalam area SPBE. Gas itu dengan cepat menyebar ke lingkungan warga seperti kabut. Tak lama, api muncul dan membakar area tersebut.

"(Rumah) kena semua. Hampir semua rata, udah nggak ada sisa apa-apa. Surat-surat itu semua," kata dia kepada Republika, Kamis sore.

Kondisi rumah yang ditinggali Mardi bersama keluarga dan orang tuanya itu sudah rusak parah. Atap rumah yang berada persis di sebelah area SPBE itu sudah hancur. Berbagai perabotan rumah juga dilalap api. Bahkan, satu unit motor miliknya juga ikut terbakar. 

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kebakaran itu terjadi akibat kebocoran gas di dalam area SPBE. Menurut dia, kebocoran itu diduga terjadi sejak sore hari. Namun, pihak SPBE tidak memberikan pengumuman kepada warga, sehingga warga tidak mengetahuinya. 

"Kalau nggak salah sih katanya ada gas, kebocoran gas gitu. Jadi dari pihak PT juga nggak ngasih kayak info-info ada kebocoran, tahu-tahu gas di luar udah penuh sama gas gitu, nggak lama terus langsung meledak," kata dia.

Menurut dia, api mulai muncil pada sekitar pukul 20.30 WIB. Ketika itu, api dengan cepat membesar dan menyambar ke rumah warga. "Langsung kabut luar, nggak lama kabut itu ya udah langsung ada percikan api langsung meledak," kata dia.

Beruntung, anggota keluarganya dapat dievakuasi. Pasalnya, kakaknya memberikan pengumuman kepada seluruh warga untuk segera evakuasi. 

"Udah keluarga udah aman, udah tinggal lari pas ada ledakan itu tinggal lari semua," kata Mardi.

Saat itu, ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Pasalnya, jarak antara munculnya kabut dengan api sangat berdekatan jaraknya. 

Akibat rumahnya hancur, Mardi bersama keluarganya harus mengungsi sementara waktu. Rencananya, ia sementara akan tinggal di rumah mertuanya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Read Entire Article
Politics | | | |