REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Orientasi tersebut menjadi dasar Pemkot Tangsel dalam menjalankan program di sektor perumahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur hingga lingkungan.
"Kami berkomitmen untuk seluruh program-program pemerintah daerah diarahkan kepada kebutuhan masyarakat," ujar Benyamin seusai menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Centre, Badung, Bali, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan Batch II tahun ini difokuskan pada empat kategori, yakni Implementasi Program 3 Juta Rumah, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan empat bidang tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.
Bagi Tangsel, forum tersebut menjadi ruang untuk mengukur kembali efektivitas program-program yang bersentuhan langsung dengan warga. Benyamin menilai penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan pemacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perbaikan rumah tidak layak huni. Sepanjang 2026, Pemkot Tangsel telah menyelesaikan perbaikan 329 rumah yang tersebar di tujuh kecamatan.
Setiap rumah mendapatkan intervensi senilai Rp75 juta berupa bahan bangunan serta biaya tenaga kerja. Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, warga miskin, dan penyandang disabilitas tidak produktif berdasarkan kondisi dan tingkat kelayakan rumah.
"Yang kita lakukan bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman," kata Benyamin.
Program tersebut memiliki titik temu dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Program 3 Juta Rumah. Bagi daerah perkotaan seperti Tangsel, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan hunian baru, tetapi juga memastikan rumah warga memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
Selain perumahan, Pemkot Tangsel memperkuat pelayanan kesehatan melalui program Ngider Sehat Premium. Program tersebut menggunakan pendekatan jemput bola dengan mendatangi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Ngider Sehat telah berjalan sejak 2021 dan dikembangkan menjadi Ngider Sehat Premium pada akhir 2025. Pelayanannya diperkuat dengan dokter serta armada yang dilengkapi perangkat pemeriksaan seperti USG dan EKG.
Sasaran program tersebut meliputi lansia, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, pasien penyakit kronis, hingga masyarakat yang mempunyai keterbatasan mobilitas. Pendekatan tersebut dimaksudkan agar layanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.
Tangsel sebelumnya meraih Terbaik III kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch I Regional Jawa-Bali yang digelar di Yogyakarta pada 4 Juni 2026. Pemkot Tangsel saat itu juga memperoleh dana apresiasi sebesar Rp1 miliar.
Namun, Benyamin menegaskan capaian tersebut tidak membuat pekerjaan pemerintah selesai. Penilaian justru menjadi dorongan untuk memperbaiki program dan pelayanan kepada masyarakat.
"Penilaian ini menjadikan kami terpacu untuk mendorong peningkatan program-program yang berbasiskan kepada seluruh masyarakat," ujar Benyamin.
sumber : Antara

2 hours ago
9











































