Pemkab Batang Dorong Setiap Kecamatan Miliki Produk Unggulan

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, mendorong setiap kecamatan memiliki dan menonjolkan produk unggulan masing-masing. Penguatan produk berbasis karakter lokal dinilai dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa mengatakan karakter khas setiap wilayah dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan produk maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi penyelenggaraan ekspo di tingkat kecamatan sebagai sarana pemasaran UMKM termasuk produk-produk lokal," kata Wahyu di Batang, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan ekspo dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.

Salah satunya terlihat dalam Wonotunggal Expo dan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa 2026 yang digelar di RTH Alun-Alun Wonotunggal pada 28-30 Agustus. Kegiatan bertema "Senandung Karya Muda" tersebut menghadirkan 50 stan UMKM dan desa.

Panitia memberikan ruang khusus bagi produk lokal yang berasal dari 15 desa di Kecamatan Wonotunggal. Produk-produk tersebut dipamerkan bersama berbagai produk UMKM untuk memperkenalkan potensi ekonomi yang tumbuh dari tingkat desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Wahyu menilai produk UMKM yang ditampilkan dalam Wonotunggal Expo 2026 sudah cukup baik. Kendati demikian, pelaku usaha masih perlu melakukan pembenahan agar produk lokal semakin kompetitif, terutama dalam hal kemasan dan kualitas.

"Saya lihat di sini produknya sudah bagus tetapi perlu sentuhan dari sisi pengepakan produk. Dari kualitas memang harus kita angkat terus," katanya.

Perbaikan kemasan dinilai penting karena kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Kemasan menjadi bagian yang pertama dilihat konsumen sekaligus dapat memperkuat identitas dan nilai jual produk lokal.

Pemkab Batang sebelumnya juga menegaskan bahwa produk unggulan desa tidak semata-mata dipandang sebagai komoditas ekonomi. Produk lokal juga dinilai menjadi identitas dan kekuatan suatu wilayah yang perlu terus ditingkatkan dari sisi kualitas, inovasi, hingga pemasaran.

Penguatan tersebut antara lain dilakukan melalui pendampingan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, legalitas dan standardisasi produk, promosi digital, serta perluasan jejaring pemasaran. Pemkab juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, UMKM, masyarakat, dan sektor perbankan.

Potensi ekonomi dari penyelenggaraan Wonotunggal Expo sendiri mulai terlihat. Penggagas Sanggar Merti Desa Tatik Setyaningsih mencatat perputaran ekonomi dalam kegiatan tersebut pada 2025 menyentuh sekitar Rp500 juta. Panitia berharap omzet tahun ini dapat melampaui pencapaian tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |