REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan tokoh seni dan perfilman dunia mendesak penyelenggara Festival Film Venesia mengambil tindakan konkret untuk mendukung Palestina. Desakan itu tertuang dalam surat terbuka yang digagas oleh kelompok Venice4Palestine, dan dipublikasikan beberapa hari jelang pembukaan festival pada 2 September 2026.
Surat itu telah memperoleh dukungan dari lebih dari 200 seniman dan profesional budaya. Di antara nama-nama tokoh yang memberi dukungan adalah founder band Pink Floyd Roger Waters, penulis peraih Nobel Annie Ernaux, sutradara Matteo Garrone dan Isabek Coixet. Lalu Anna Foglietta, Fabrizio Gifuni, Greta Scarano, Jasmine Trinca, Luigi Lo Cascio, Nan Goldin, Paul Laverty, Teona Strugar Mitevska, Saleh Bakri, Celine Sciamma, dan lainnya.
Pada 2025, Venice4Palestine juga mendesak Festival Film Venesia untuk mengakui secara terbuka krisis kemanusiaan di Gaza. Kini, kelompok tersebut kembali mendesak Venice Biennale, lembaga yang menaungi Festival Film Internasional Venesia, untuk mengambil langkah yang lebih konkret demi mendukung Palestina. Salah satu tuntutan utama surat itu menyetop semua kerja sama dengan institusi budaya Israel.
"Tuntutan kami mencakup transparansi di seluruh industri film, menghentikan perjanjian dengan organisasi dan institusi yang terkait dengan pemerintah Israel, serta adanya perlindungan bagi para profesional yang memilih untuk menarik diri dari hubungan atau kerja sama dengan institusi terkait Israel," kata kelompok tersebut dilansir laman Deadline, Ahad (30/8/2026).
Venice4Palestine secara khusus meminta agar bendera Palestina dikibarkan di seluruh area festival sebagai penanda kehadiran film-film Palestina dalam seleksi resmi tahun ini. Dua film Palestina yang menjadi bagian dari program adalah Citizen Osama (Al Mowaten Osama) karya Ahmed Hassouna dan Conversation with the Sea (Hiwar ma' albahr) karya Muayad Alayan.
Menurut kelompok tersebut, kehadiran kedua film itu menjadi alasan tambahan bagi festival untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Festival juga baru menambahkan dokumenter NAZA karya sutradara Israel yang vokal membela Palestina, Yuval Abraham dan Rachel Szor ke kompetisi utama. Keduanya sebelumnya dikenal sebagai sutradara dokumenter pemenang Oscar, No Other Land, bersama Basel Adra dan Hamdan Ballal.

3 hours ago
9











































