Blok Migas Deepwater AS Jadi Incaran Investor Global

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan energi global mulai melirik peluang akuisisi di sektor migas Amerika Serikat, khususnya pada proyek laut dalam (deepwater) di Teluk Meksiko. Minat ini meningkat seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor mencari aset energi yang lebih stabil.

Sumber Reuters menyebutkan, perusahaan energi asal Eropa seperti TotalEnergies dan Shell tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas di proyek Shenandoah, salah satu ladang migas paling prospektif di kawasan tersebut.

Selain itu, BP dan perusahaan energi Spanyol Repsol juga dikabarkan tertarik. Sementara itu, Chevron disebut tengah mengevaluasi peluang untuk ikut dalam proses penawaran.

Proses penjualan saham proyek ini baru dimulai dalam beberapa hari terakhir. Operator lapangan, Beacon Offshore Energy—yang didukung oleh Blackstone—bersama HEQ Deepwater yang dimiliki oleh Quantum Capital Group dan Houston Energy, menawarkan sekitar 51% saham proyek kepada calon investor.

Adapun sisa kepemilikan proyek Shenandoah saat ini berada di tangan Navitas Petroleum.

Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan, penawaran awal diperkirakan akan masuk dalam beberapa pekan ke depan. Selain perusahaan Eropa dan Amerika, produsen energi dari Timur Tengah dan Asia juga berpotensi ikut meramaikan proses akuisisi ini.

Namun demikian, belum semua pihak dipastikan akan mengajukan penawaran. Nilai transaksi juga masih sangat bergantung pada sejumlah faktor, termasuk porsi saham yang dijual serta dinamika harga minyak global.

Sebagai informasi, Shenandoah merupakan proyek migas laut dalam dengan kedalaman reservoir mencapai sekitar 30.000 kaki. Kondisi ini menjadikannya sebagai proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi, termasuk tekanan reservoir yang mencapai sekitar 20.000 psi.

Meski menantang secara teknis, proyek ini dinilai memiliki potensi produksi yang besar. Produksi Shenandoah dimulai pada Juli lalu, dengan empat sumur tahap awal ditargetkan mampu menghasilkan hingga 100.000 barel minyak per hari.

Seorang sumber menyebutkan, meningkatnya nilai aset migas di Amerika Serikat juga dipengaruhi oleh konflik global yang mendorong kenaikan harga minyak. Selain itu, lokasi yang relatif jauh dari wilayah konflik membuat pasokan energi dari kawasan ini dinilai lebih aman dan fleksibel untuk didistribusikan ke berbagai pasar dunia.

Read Entire Article
Politics | | | |