BMH Jabar Apresiasi Dai dan Guru Ngaji di Bandung Raya

3 hours ago 6

BMH menyalurkan bingkisan Ramadhan untuk para dai dan guru agama di Bandung Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Barat menyalurkan bingkisan Ramadhan kepada puluhan dai dan guru ngaji di wilayah Bandung Raya, Selasa (3/3/2026). Program ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik agama yang selama ini membina umat dan generasi muda di tengah masyarakat.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di aula Pondok Pesantren Hidayatullah, Kabupaten Bandung. Paket yang diberikan berisi kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, serta dukungan finansial untuk menyambut Idul Fitri.

Kepala Perwakilan BMH Jawa Barat, Marsono mengatakan, peran dai dan guru ngaji sangat strategis dalam menjaga moral dan spiritual masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para dai dan guru ngaji yang telah berperan besar dalam membina masyarakat. Perhatian kepada mereka bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bentuk penguatan terhadap penjaga nilai di tengah umat,” ujar Marsono dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, kiprah dai yang mengajar di masjid-masjid kampung dan ruang belajar sederhana kerap berlangsung tanpa sorotan, namun memiliki dampak luas bagi ketahanan moral masyarakat. Karena itu, BMH menjadikan program apresiasi dai dan guru ngaji sebagai agenda rutin tahunan.

Salah satu penerima manfaat, Ustadz Affan Fallas, mengaku bersyukur atas perhatian tersebut. Ia menilai dukungan yang diberikan bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus mengabdi membimbing umat.

“Bantuan ini bukan hanya materi, tetapi juga wujud kepedulian yang sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

BMH berharap dukungan kepada para dai dan guru ngaji dapat memperkuat peran mereka sebagai pembimbing umat, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga dan memperkuat fondasi moral masyarakat melalui dukungan nyata kepada para pendidik agama.

Read Entire Article
Politics | | | |