BNPB Kerahkan Dua Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Lokasi Longsor KBB

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dua unit pesawat dikerahkan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan agar operasi pencarian dan evakuasi tidak terhenti.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dua pesawat yang ditempatkan di wilayah Bandung Barat dinilai memadai untuk membantu operasi pencarian. Namun ia menegaskan, modifikasi cuaca tidak bertujuan menghentikan hujan sepenuhnya, melainkan mengurangi intensitasnya.

"Operasi modifikasi ini bukan menghentikan sama sekali, tapi mengurangi. Kita terus berusaha. Tadi rapat dengan BMKG, curah hujan diperkirakan sampai besok jam satu siang masih seperti ini," kata Suharyanto di Desa Pasirlangu, Rabu (28/1/2026).

Dirinya mengatakan, pemerintah pusat mulai menggeser sejumlah pesawat dari wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh ke wilayah DKI Jakarta dan Jawa. Hal itu dikarenakan meningatnya intensitas hujan yang berpotensi menyebabkan banjir hingga longsor seperti yang terjadi di Cisarua.

"Awalnya fokus di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dengan sembilan pesawat. Sekarang di sana tinggal empat, lima pesawat digeser ke sini. Satu untuk Jawa Tengah, dua di DKI, dan dua di Jawa Barat," ujar Suharyanto.

BNPB menargetkan seluruh korban dapat ditemukan dalam waktu tujuh hari pascakejadian. Meski demikian, pencarian dapat diperpanjang sesuai kesepakatan dengan keluarga korban. Sehingga dirinya menginstruksikan Tim SAR gabungan memaksimalkan pencarian.

"Target kita H+7 seluruh korban ditemukan. Tapi kalau sampai H+7 belum ditemukan, pencarian tetap dilanjutkan. Yang menghentikan pencarian itu bukan kami, tapi keluarga korban. Kalau masyarakat sudah ikhlas baru dihentikan, kalau ahli waris belum mengizinkan, kita akan cari terus," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa kondisi cuaca di sekitar lokasi longsor masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga beberapa hari ke depan.

"Prakiraan cuaca menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi sampai besok pagi," ujad dia.

Ia mengimbau petugas dan warga di sekitar lokasi agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. Teguh juga menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 24 Januari dan direncanakan berlangsung hingga 29 Januari.

"Namun pertumbuhan awan saat ini cukup tinggi, sehingga upaya modifikasi cuaca belum terlalu efektif," ucapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |