Paparan Gawai Kian Dini, Kesehatan Mata Anak Perlu Perhatian Lebih Jeli

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paparan gawai dan meningkatnya aktivitas visual sejak usia dini membuat kesehatan mata anak menjadi isu yang semakin krusial. Penggunaan layar untuk belajar, hiburan, hingga komunikasi sehari-hari berpotensi meningkatkan risiko gangguan penglihatan apabila tidak diimbangi dengan pemeriksaan dan edukasi sejak awal. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan vision care yang ramah anak dan mampu membangun kebiasaan menjaga kesehatan mata sejak dini.

Sejumlah pelaku industri layanan kesehatan mata mulai merespons tantangan tersebut dengan menghadirkan konsep layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan anak. Salah satunya dilakukan Optik Tunggal melalui pengembangan Next Generation, optik khusus anak yang berlokasi di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara.

Berbeda dengan optik konvensional, konsep ini dirancang untuk mengurangi kecemasan anak saat menjalani pemeriksaan mata. Ruang layanan ditata dengan warna ceria, pencahayaan hangat, serta dilengkapi zona bermain edukatif agar anak dapat beradaptasi sebelum proses pemeriksaan dilakukan.

Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, mengatakan pengalaman pertama anak saat memeriksakan mata menjadi faktor penting dalam membentuk sikap mereka terhadap kesehatan penglihatan di masa depan.

“Di Next Generation, kami membangun sistem yang memungkinkan anak merasa dihargai dan dipahami sejak langkah pertama. Sehingga anak tidak merasa diperintah, melainkan diajak berpartisipasi dalam proses pemeriksaan. Dengan begitu, kepercayaan anak dapat tumbuh perlahan, dan hasil pemeriksaan pun menjadi lebih valid dan bermakna,” ujar Doli, Selasa (28/1).

Untuk menjaga akurasi pemeriksaan, Optik Tunggal menempatkan Refraksionis Optisien (RO) yang telah mendapatkan pelatihan khusus terkait komunikasi dan pendekatan kepada anak. Pelatihan tersebut mencakup cara menjelaskan alat pemeriksaan dengan bahasa sederhana serta membangun interaksi yang empatik.

Selain layanan pemeriksaan, Next Generation juga menyediakan beragam pilihan frame dan sunglasses anak dengan material ringan dan fleksibel yang aman untuk aktivitas sehari-hari. Harga produk ditawarkan mulai dari Rp 400.000. Bagi anak dengan miopia, tersedia lensa khusus ZEISS MyoCare sebagai bagian dari program ZEISS Myopia Management untuk membantu memperlambat progresivitas miopia.

Head of Marketing Optik Tunggal, Fira Basuki, menjelaskan bahwa konsep layanan ini dikembangkan berdasarkan riset perilaku anak. Hasil riset menunjukkan bahwa ketakutan anak terhadap pemeriksaan mata umumnya dipicu oleh suasana ruang yang kaku serta instruksi yang tidak ramah anak.

“Kami ingin anak merasa seperti sedang bermain dan belajar, bukan sedang diperiksa. Dengan pengalaman yang menyenangkan, anak akan lebih terbuka dan kooperatif, sehingga hasil pemeriksaan juga lebih optimal,” kata Fira.

Sebagai bagian dari layanan, Optik Tunggal juga menyediakan fasilitas pemeriksaan mata, pencucian lensa, penyetelan frame, serta penggantian nose pad standar tanpa biaya tambahan. Sejumlah orang tua menilai pendekatan ini membantu anak lebih nyaman dan tidak lagi takut menjalani pemeriksaan mata.

Ke depan, pendekatan vision care ramah anak dinilai akan semakin relevan, seiring meningkatnya penggunaan gawai dan tuntutan aktivitas visual pada anak sejak usia dini. Pemeriksaan mata yang dilakukan lebih awal diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk menjaga kualitas penglihatan generasi muda.

Read Entire Article
Politics | | | |