BUMN Bikin Anak Usaha Baru di Tengah Tren Perampingan, Ini Penjelasan Bos Danantara

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan Danantara telah menerima pengajuan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk pembentukan anak usaha baru. Dony menyebut usulan tersebut masih dalam tahap kajian.

"Lagi kita kaji, nanti akan kita kabarin. Tapi monitor terus saja, kalau ada yang kurang bagus, kasih masukan," ujar Dony usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dony menanggapi kontroversi yang mewarnai rencana tersebut. Pasalnya, Danantara Indonesia sedang gencar merampingkan jumlah BUMN dan anak-cucu usahanya.

Dony menjelaskan Danantara melakukan pemetaan terhadap seluruh entitas perusahaan pelat merah. Dony menyebut pemangkasan ditujukan terhadap perusahaan-perusahaan milik negara yang tidak efektif dan berada di luar core business BUMN induknya.

"Contoh, kita punya air minum, kita punya travel agent kecil, ya buat apaan? Kita punya misalkan logistik, logistiknya tapi kecil skalanya, nah itu yang kita pangkas, selama ini juga rugi, kalau rugi kan merugikan uang kita semua kan. Nah ini yang kita tutup," sambung Dony.

Dony mengatakan Danantara Indonesia terbuka dalam mengkaji opsi mempertahankan anak-cucu usaha maupun pendirian perusahaan baru. Namun, lanjut dia, perusahaan-perusahaan tersebut harus memiliki potensi yang cerah dan mampu bersaing.

"Kita bangun juga ada yang baru, misalkan nanti kita punya industri baterai, ada industri electric vehicle. Jadi jangan dilihat 'Kok kenapa gak konsisten?'. Yang ditutup itu yang tidak efektif dan tidak produktif yang menyebabkan berugian," ucap Dony.

Dony mengambil contoh kehadiran Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) meskipun BUMN telah memiliki holding BUMN pertambangan atau MIND ID. Dony menyampaikan keberadaan Perminas sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dalam mengoptimalkan potensi rare earth atau logam tanah jarang.

"Misalnya ada Perminas kemarin sudah dijelaskan Pak Rosan (CEO Danantara), Perminas itu untuk rare earth karena memang kita butuh perusahaan karena kita punya rare earth. Jadi ini bukan tidak konsisten, yang kita tutup itu yang tidak memberikan nilai tambah, justru merugikan kita," kata Dony.

Read Entire Article
Politics | | | |