Wali Kota Tangerang Optimistis Proyek MRT Redam Kemacetan

2 hours ago 2

Pekerja beraktivitas di Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP201, Stasiun Monas, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Berdasarkan data dari MRT Jakarta per Desember 2025 progres pekerjaan proyek CP201 sudah mencapai 91,96 persen. Selain itu Kemajuan pembangunan konstruksi fase 2A per Desember 2025 telah melampaui target akhir tahun 2025. Pada akhir Desember lalu, perkembangannya telah mencapai 55,89 persen. Capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kesepakatan PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang perumahan terkait studi potensi kontribusi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) berpotensi mengurangi kemacetan di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

“Tentunya ini menjadi langkah besar bagi pemerintah daerah, khususnya Kota Tangerang dan Banten, dan kami optimistis kerja sama ini bisa memberikan dampak besar yang akan membawa kemajuan daerah yang lebih baik bagi Kota Tangerang, Banten, serta Jakarta,” kata Wali Kota Sachrudin usai menghadiri acara penandatanganan kesepakatan di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, lanjut Sachrudin, juga berkomitmen memastikan proyek strategis nasional tersebut memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat.

“Diharapkan kerja sama yang bakal terjalin ini bisa mengurangi kemacetan, serta menjadi model kolaborasi win-win solution dalam penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air antardaerah. Sebab, ada juga penanganan banjir yang disepakati antara Banten dan Jakarta,” ujarnya.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan kerja sama tersebut memberikan efek berganda di berbagai sektor, seperti penanganan kemacetan serta penanggulangan banjir di wilayah Jakarta dan Banten.

“Ada Bendungan Polor yang berada di perbatasan Jakarta dan Banten, yang rencananya akan diperluas sehingga dapat menjadi infrastruktur pengendali banjir sekaligus sumber air bersih bagi warga sekitar,” katanya.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas dimulainya kerja sama tersebut sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan mobilitas harian masyarakat di wilayah perbatasan Banten–Jakarta.

“Nota kesepahaman ini menjadi pembuka jalan bagi cita-cita bersama untuk menghadirkan transportasi massal yang terintegrasi,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, kedekatan geografis dan tingginya pergerakan komuter dari Banten ke Jakarta menyebabkan tekanan lalu lintas di kedua wilayah terjadi secara bergantian pada jam sibuk.

“Sebagian besar warga Banten bekerja di Jakarta. Pada pagi hari kepadatan terjadi di Jakarta, sementara pada malam hari bergeser ke Banten. Ketergantungan pada kendaraan pribadi perlu dikurangi,” katanya.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |