Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengungkapkan bahwa intelijen AS mengetahui rencana Iran untuk memindahkan situs pengayaan uraniumnya ke lokasi baru di bagian lain negara tersebut. Dengan nada peringatan keras, Trump menyampaikan ancaman langsung: "Mereka sedang mempertimbangkan untuk memulai situs baru di bagian negara yang berbeda. Kami mengetahuinya, saya berkata, jika kamu melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk padamu." Pernyataan ini sekaligus menjadi pembuka bagi eskalasi ketegangan terbaru antara kedua negara.
Trump menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, seharusnya "sangat khawatir" dengan peningkatan kekuatan militer AS di kawasan. "Saya rasa dia seharusnya sangat khawatir, ya, dia seharusnya khawatir," katanya dalam wawancara dengan NBC News. Ancaman ini diperkuat dengan pengiriman kapal induk AS ke wilayah Timur Tengah, di mana Trump tidak menutup kemungkinan untuk aksi militer baru. Langkah ini merupakan kelanjutan dari serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran selama perang Israel-Hamas bulan Juni lalu, sebagaimana diberitakan Asharq al Awsath.
Di tengah atmosfer ancaman ini, negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat justru dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Muscat, Oman. Media Iran melaporkan bahwa pertemuan ini akan bersifat tidak langsung dan terbatas pada isu nuklir serta pencabutan sanksi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, akan memimpin delegasi yang mencakup diplomat senior Majid Takht-Ravanchi dan Kazem Gharibabadi. Sementara dari pihak AS, Utusan Khusus Steve Witkoff akan mewakili Washington, dengan kemungkinan kehadiran menantu Trump, Jared Kushner.
Pembicaraan ini merupakan upaya menghidupkan kembali diplomasi yang terhenti setelah lima putaran negosiasi tahun lalu. Dialog terputus secara dramatis ketika Israel melancarkan kampanye pengeboman besar-besaran dua hari sebelum putaran keenam yang direncanakan, memicu perang selama 12 hari. Kini, pertemuan di Oman diadakan dalam situasi yang jauh lebih berbahaya, menyusul pengerahan kelompok kapal induk AS ke Timur Tengah dan penindakan keras pemerintah Iran terhadap protes anti-pemerintah.

4 hours ago
5















































