Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Abdulla Salem Obaid Salem Aldaheri saat peluncuran Fasset Card di Bali.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, gagasan tentang Web3, stablecoin, dan aset digital sering kali terdengar rumit dan mengawang-awang di kalangan awam. Namun, sebuah langkah diambil untuk menyederhanakan teknologi kompleks tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan bisa dikantongi di dalam saku.
Melalui acara yang dihadiri oleh para pemimpin industri digital global, Fasset Global resmi meluncurkan Fasset Card, sebuah kartu pembayaran konsumen yang didistribusikan oleh Fasset dan diterbitkan oleh penyedia layanan pihak ketiga yang telah mengantongi lisensi penuh.
Fasset Card memberikan daya beli instan kepada penggunanya yang didukung penuh oleh stablecoin tanpa mewajibkan mereka memiliki rekening bank konvensional. Menariknya, kartu ini langsung bisa digunakan untuk bertransaksi di lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia di mana pun jaringan Visa diterima.
Pengguna cukup melakukan pengisian saldo langsung dari dompet digital (wallet) mereka yang ada pada aplikasi Fasset Global. Mereka kemudian bisa menggunakannya untuk belanja keperluan sehari-hari, baik secara daring, di gerai fisik, maupun saat bepergian lintas negara.
Kehadiran produk ini membawa misi diplomasi ekonomi digital. Acara ini dihadiri langsung oleh Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Abdulla Salem Obaid Salem Aldaheri. Kehadirannya menegaskan bahwa Fasset Global, yang didirikan oleh Mohammad Raafi Hossain dan Daniel Ahmed, dapat menjadi jembatan finansial yang strategis antara pasar modal kawasan Teluk (Gulf) dan potensi raksasa ekonomi digital Asia Tenggara.
Dia menekankan pentingnya konektivitas teknologi ini bagi kedua negara. “Hari ini, kita tidak hanya merayakan peluncuran sebuah produk keuangan baru, tetapi juga merayakan inovasi, konektivitas, dan kekuatan teknologi dalam menyatukan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai peluang. Fasset merupakan contoh luar biasa dari jembatan ekonomi dan teknologi global antara Uni Emirat Arab dan Republik Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (10/6/2026).

8 hours ago
10
















































