Cedera Hentikan Langkah Sabar/Reza di Semifinal BWF World Tour Finals 2025

1 month ago 34

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjuangan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus terhenti di babak semifinal BWF World Tour Finals 2025. Satu-satunya wakil Indonesia di fase empat besar itu tersingkir setelah takluk dari unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dengan skor 9-21, 11-21 di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Sabtu (20/12/2025).

Hasil tersebut terasa pahit, bukan semata karena kekalahan, melainkan karena Sabar/Reza tampil dalam kondisi tidak ideal. Reza diketahui mengalami cedera pergelangan kaki kiri yang didapat pada laga terakhir penyisihan grup. Meski demikian, pasangan Indonesia tetap memilih turun ke lapangan demi menuntaskan perjuangan hingga titik akhir.

Sejak awal laga, Reza tampak tidak bisa bergerak leluasa. Tekanan demi tekanan dari pasangan Korea membuat Sabar/Reza kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. Namun, semangat juang yang tak surut diperlihatkan hingga poin terakhir.

Sabar mengungkapkan rasa syukur sekaligus kondisi yang harus mereka hadapi di pertandingan semifinal tersebut. “Pertama-tama tentu kami bersyukur terlebih dahulu bisa bertanding sampai ke babak semifinal. Kemudian yang kedua, memang ada sedikit kendala pada kondisi Reza, khususnya di kaki kiri bagian pergelangan. Hal itu membuat Reza tidak bisa bermain dengan terlalu leluasa hari ini. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan tadi,” ujar Sabar.

Ia menambahkan, capaian semifinal menjadi penutup yang patut disyukuri setelah perjalanan panjang sepanjang musim 2025. Ia menegaskan sudah berusaha semaksimal mungkin bersama Reza.

Sabar mengakui, perjalanan mereka sepanjang 2025 sangat dinamis, naik turun. Namun, mereka sangat bersyukur bisa melewatinya.

Menurutnya, berbagai pengalaman sepanjang musim ini akan menjadi bekal penting menghadapi tahun depan.

“Mudah-mudahan semua pembelajaran berharga di tahun ini bisa menjadi bekal yang baik untuk menghadapi tahun 2026 nanti,” ujarnya.

Sabar juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dan konsistensi ke depan, mengingat persaingan yang semakin ketat.

Read Entire Article
Politics | | | |