Jelang Puncak Arus Mudik, Tiket Kereta Masih Tersisa 1,79 Juta Kursi

3 hours ago 4

Petugas memeriksa tiket pemudik sebelum menaiki kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 telah mencapai 2.703.977 tiket hingga Kamis (12/3) pukul 10.00 WIB. Angka ini setara dengan 60,1 persen dari total 4,49 juta tempat duduk yang disediakan untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa masyarakat masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket perjalanan. Saat ini, masih tersedia sekitar 1.794.719 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan untuk layanan KA Jarak Jauh maupun KA Lokal.

"Ketersediaan tiket masih cukup banyak di berbagai relasi perjalanan. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal agar mudik tetap nyaman," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Khusus untuk layanan KA Jarak Jauh, KAI mencatat penjualan sebanyak 2,56 juta tiket atau sekitar 71,8 persen dari total kuota 3,57 juta kursi. Dengan demikian, masih terdapat sisa sekitar 1,008 juta tempat duduk yang bisa dipesan untuk arus mudik maupun balik.

Sementara untuk KA Lokal, tingkat okupansi baru menyentuh 15,2 persen atau terjual 140.521 tiket dari total 926.936 kursi. Rendahnya angka ini disebabkan pola pemesanan tiket KA Lokal yang biasanya baru meningkat pada H-7 sebelum keberangkatan.

Berdasarkan data KAI, puncak arus mudik diprediksi jatuh pada H-3 Lebaran dengan volume mencapai 247.440 pelanggan per hari. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+2 atau 24 Maret 2026 dengan potensi lonjakan hingga 287.536 pelanggan dalam sehari.

Selain layanan reguler, Kereta Ekonomi Kerakyatan juga menjadi favorit dengan tingkat okupansi mencapai 80,2 persen. Dari total 27.368 kursi yang disediakan, sebanyak 21.955 tiket telah ludes terjual menjelang puncak arus mudik.

KAI memastikan seluruh kesiapan sarana dan koordinasi operasional di lapangan berjalan optimal guna melayani lonjakan penumpang. Perseroan akan terus memantau dinamika pemesanan tiket yang diprediksi akan terus bergerak naik dalam beberapa hari ke depan.

Read Entire Article
Politics | | | |