Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memperkenalkan tiga proyek investasi unggulan, yakni pengelolaan limbah menjadi energi (waste-to-energy), pembangunan Kampung Haji, serta pengembangan produk obat turunan plasma dalam World Economic Forum (WEF) 2026.
Managing Director of Investment Danantara Indonesia Stefanus Ade Hadiwidjaja menyampaikan dalam sesi diskusi panel di Davos, Swiss, Selasa, bahwa ketiga proyek tersebut termasuk dari 30-40 kesepakatan investasi yang tengah dikembangkan oleh pihaknya.
“Apa yang kami ingin capai dalam 1-2 tahun ke depan, yang pertama, kami mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) berskala nasional,” kata Stefanus Ade Hadiwidjaja, seperti yang disaksikan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi dari Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan, proyek tersebut ditargetkan untuk diimplementasikan di 30 kota di seluruh Indonesia, mengingat pengelolaan sampah kini menjadi persoalan yang penting untuk diselesaikan, terutama di berbagai kota besar.
Ia mengatakan, pihaknya pun telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek tersebut.
“Melalui investasi ini, kami ingin mengatasi masalah sampah dan lingkungan di Indonesia, sekaligus membawa operator global untuk berinvestasi, sehingga (waste-to-energy) ini bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan dengan imbal hasil yang baik,” ujar Stefanus.
Proyek kedua terkait dengan sektor kesehatan, yakni pengembangan produk obat turunan plasma (plasma-derived medicinal products) berbasis plasma darah manusia. Kemudian, inisiatif ketiga adalah proyek Kampung Haji di Mekah, Arab Saudi.
Stefanus menyatakan, pihaknya telah mulai berinvestasi pada sejumlah lokasi di Mekah untuk mengembangkan fasilitas yang melayani jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
"Proyek ini penting karena kami mengirim jumlah jemaah umrah dan haji terbesar ke Arab Saudi, di Mekah, dan kini kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan Kampung Haji guna memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi jemaah," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi pemerintah di tingkat internasional untuk memacu daya saing berbagai sektor perekonomian nasional.
Partisipasi Indonesia dalam forum yang digelar pada 19-22 Januari 2026 tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
sumber : antara

2 hours ago
3















































