Dari Healing ke Nabung, Cara Anak Muda Mencintai Diri Berubah

14 hours ago 8

Minat anak muda menabung meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cara anak muda memaknai 'self-love' mulai berubah. Jika sebelumnya identik dengan perawatan diri dan kesehatan mental, kini muncul kesadaran baru bahwa kondisi keuangan juga menjadi bagian penting dalam mencintai diri sendiri.

Perubahan ini terlihat di tengah melemahnya kebiasaan menabung. OCBC Financial Fitness Index 2025 mencatat hanya 89 persen anak muda yang rutin menabung, turun dari 92 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa disiplin finansial masih belum stabil.

Di sisi lain, pola konsumsi masih cukup tinggi. Sebagian anak muda masih memaknai kekayaan dari simbol material. Sekitar 40 persen mengaitkannya dengan rumah mewah, sementara 26 persen dengan mobil mewah.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran yang belum sepenuhnya seimbang. Di satu sisi, kesadaran menjaga kesehatan mental meningkat. Namun di sisi lain, pengelolaan keuangan belum menjadi prioritas utama, padahal tekanan finansial kerap menjadi sumber stres dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring itu, muncul dorongan untuk memperluas makna self-love ke aspek finansial. Konsep ini dikenal sebagai self-saving, yakni upaya melindungi diri melalui kebiasaan menabung, mengatur pengeluaran, dan menghindari utang berlebihan.

“Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Yang penting bukan seberapa besar penghasilan, tetapi bagaimana mengelolanya secara konsisten,” seperti tertulis dalam artikel edukasi OCBC dikutip Senin (23/3/2026).

Langkah sederhana dinilai cukup untuk memulai. Pembagian pengeluaran antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan menjadi salah satu cara yang mudah diterapkan. Selain itu, kebiasaan menabung secara otomatis juga dinilai membantu menjaga konsistensi.

Di tengah tekanan gaya hidup dan budaya konsumtif, pendekatan ini mulai dipandang sebagai kebutuhan. Anak muda didorong untuk tidak hanya mengejar kesenangan jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan finansial.

Perubahan cara pandang ini menandai fase baru dalam gaya hidup generasi muda. Mencintai diri sendiri tidak lagi berhenti pada aspek emosional, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi risiko keuangan di masa depan.

Read Entire Article
Politics | | | |