REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penantian panjang penggemar sepak bola Prancis akhirnya berakhir. Setelah 36 tahun, derbi ibu kota Paris kembali tersaji di kompetisi liga sepak bola pria tertinggi Prancis, Ligue 1, ketika Paris Saint-Germain (PSG) menjamu Paris FC (PFC) di Parc des Princes, Senin (5/1/2026) dini hari WIB.
Terakhir kali dua klub sekota Paris bertemu di liga utama terjadi pada 1990. Kali ini, pertemuan tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung dalam jarak yang sangat dekat. Stadion kebanggaan PSG, Parc des Princes, hanya terpisah sekitar 44 meter dari Stade Jean-Bouin, markas baru Paris FC yang berada tepat di seberang jalan.
Paris FC promosi ke Ligue 1 musim lalu dan kemudian pindah ke Stade Jean-Bouin. Stadion tersebut selama ini lebih dikenal sebagai arena pertandingan rugby. Derbi Ahad ini pun mempertemukan dua tim dengan kondisi yang kontras, PSG sebagai juara bertahan Prancis dan Eropa, serta PFC yang masih berjuang menjauh dari zona degradasi.
Menjelang pekan ke-17, Paris FC berada di peringkat ke-14 dari 18 tim setelah menelan kekalahan di setengah pertandingan liga yang telah mereka jalani. Pencetak gol terbanyak PFC musim ini adalah gelandang kreatif Ilan Kebbal dengan enam gol, namun ia absen karena tengah membela Aljazair di Piala Afrika.
Sementara itu, PSG juga tidak datang dengan kondisi ideal. Cedera yang dialami Ousmane Dembele dan Desire Doue sepanjang musim memengaruhi performa tim. Untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, PSG tidak memuncaki klasemen dan harus puas berada di posisi kedua di belakang Lens. Hingga menjelang derbi, PSG telah menelan dua kekalahan liga, jumlah yang sama dengan total kekalahan mereka sepanjang musim lalu.
Perbedaan prestasi kedua klub pun sangat mencolok. PSG telah mengoleksi rekor 13 gelar Ligue 1 dan 16 Piala Prancis. Sebaliknya, lemari trofi tim putra Paris FC masih kosong. Klub tersebut belum pernah menjuarai liga maupun kompetisi piala utama.
Namun, peta kekuatan sepak bola Paris mulai berubah. PSG dikuasai investor Qatar, QSI, sejak 2011 dan musim lalu mencatatkan pendapatan klub tertinggi sepanjang sejarah mereka sebesar 837 juta euro. Di sisi lain, Paris FC kini dimiliki keluarga Arnault, keluarga terkaya di Prancis yang membangun kerajaan bisnis mewah LVMH.
Pemilik PFC, Antoine Arnault, putra dari Bernard Arnault, diyakini akan membawa suntikan dana signifikan yang berpotensi mengubah status klub. Antoine diketahui memiliki hubungan baik dengan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, dan bahkan pernah menjadi pemegang tiket musiman PSG.

2 weeks ago
20















































