Didorong Infrastruktur-Pariwisata, RedDoorz di Malang Catat Penjualan 278 Ribu Kamar pada 2025

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Permintaan akomodasi di Kota Malang menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas wisatawan domestik. Platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, RedDoorz mencatat penjualan kamar dari seluruh mitra properti dan multi-brand di Malang mencapai lebih dari 278.000 kamar sepanjang 2025.

Saat ini, jaringan RedDoorz di Malang telah berkembang dengan 164 mitra properti yang melayani berbagai segmen wisatawan. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya posisi Malang sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur.

“Malang memiliki daya tarik yang unik karena memadukan fungsi sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata. Selain itu, akses menuju kota ini semakin mudah sehingga mobilitas wisatawan dari berbagai kota, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat,” ujar Ovaldo Sanjaya, General Manager Area East & Bali, RedDoorz.

Dari sisi perilaku konsumen, RedDoorz mencatat tren perjalanan singkat masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Malang. Sebanyak 87 persen tamu memilih menginap selama satu malam, dengan total lebih dari 211 ribu pemesanan sepanjang tahun. Sementara itu, sekitar 62 persen pemesanan dilakukan pada hari yang sama dengan tanggal menginap, menunjukkan tingginya tren pemesanan spontan atau last-minute booking.

Pertumbuhan permintaan akomodasi ini juga didukung oleh meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Malang. Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,4 juta orang, melampaui target yang ditetapkan sebesar 3,3 juta kunjungan atau sekitar 103 persen dari target.

Seiring meningkatnya permintaan akomodasi, sejumlah mitra properti yang bekerja sama dengan RedDoorz juga mencatat performa bisnis yang positif. Dukungan teknologi, jangkauan distribusi konsumen yang luas, serta pendampingan dari tim lokal RedDoorz membantu pemilik properti mengoptimalkan operasional dan tingkat okupansi.

Salah satunya adalah Indah Sri Handayani, Pemilik Hotel RedDoorz Premium @ Jalan Cengkeh Malang. Sejak bergabung dengan grup RedDoorz pada 2019, properti ini mencatat rata-rata okupansi sebesar 60 persen.

"Bergabung dengan RedDoorz memberikan dampak yang sangat signifikan bagi bisnis kami. Selain membantu meningkatkan visibilitas properti di platform digital, dukungan tim lokal juga membantu kami mengelola operasional dengan lebih optimal," ujar Indah.

Performa positif juga dirasakan oleh ⁠Kristina Caturkaryani, Pemilik SANS Arya Hotel Batu. Sebagai properti yang baru dibangun dan langsung bergabung dengan brand SANS pada awal tahun 2025, SANS Arya Hotel Batu mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pelanggan. Hal ini tercermin dari tingkat okupansi hotel yang telah mencapai 75 persen.

'"Kolaborasi dengan RedDoorz membantu kami mengelola properti dengan lebih profesional, terutama dalam hal pemasaran digital dan manajemen permintaan. Hal ini sangat membantu meningkatkan tingkat hunian dan stabilitas pendapatan,” kata Kristina.

Sebagian besar wisatawan yang menginap di Malang berasal dari kota-kota di sekitarnya, dengan Surabaya menjadi kontributor terbesar dalam jumlah pemesanan kamar. Dari sisi konektivitas, akses menuju Malang juga terus mengalami peningkatan. Sejak dibuka pada 2019, Jalan Tol Pandaan–Malang semakin mempercepat waktu tempuh dari Surabaya dan wilayah sekitarnya menuju kota ini.

Ke depan, akses menuju kawasan wisata di Malang juga akan semakin diperkuat melalui proyek Jalan Tol Malang–Kepanjen yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas menuju kawasan Malang Selatan yang memiliki berbagai destinasi wisata alam, termasuk jalur menuju Pantai Balekambang dan kawasan Bantur.

Selain kemudahan akses, Malang juga dikenal memiliki lanskap wisata yang lengkap. Wisatawan dapat menikmati kawasan pegunungan dan rekreasi keluarga di sekitar Kota Batu, sekaligus menjelajahi berbagai destinasi pantai di kawasan Malang Selatan.

Dari sisi pembangunan nasional, Malang juga mendapatkan perhatian strategis pemerintah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan Malang sebagai pilot project program strategis nasional tahun 2026, menjadikannya role model kota wisata di Jawa Timur yang mengintegrasikan tiga sektor utama, yaitu pariwisata, pendidikan, dan pertanian.

“Dengan kombinasi potensi wisata alam, ekosistem pendidikan yang kuat, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Malang diproyeksikan akan terus menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi regional di Jawa Timur," kata Ovaldo.

Read Entire Article
Politics | | | |