Dokter Imbau Warga Gorontalo Periksa Dahak Jika Batuk Lebih dari Dua Minggu

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO, – Dokter ahli penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara, dr Ferdiyanto Dayi SpPD FINASIM, mengimbau warga untuk segera memeriksakan dahak jika mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran Tuberkulosis (TB), di mana Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban TB tertinggi di dunia.

Menurut dr Ferdiyanto, saat ini Indonesia memiliki hampir satu juta kasus TB dengan perkiraan kasus nasional mencapai 387 per 100.000 penduduk. Di Gorontalo Utara, dengan populasi lebih dari 131.000 jiwa, diperkirakan ada 507 penderita TB, meskipun baru 470 kasus yang teridentifikasi hingga tahun 2025.

Segala upaya telah dilakukan oleh dinas kesehatan setempat, termasuk melacak kontak pasien melalui puskesmas. Namun, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri jika mengalami batuk berkepanjangan masih sangat diperlukan. "Masih ada cukup banyak yang belum ditemukan," katanya, mengimbau agar masyarakat tidak takut atau malu untuk memeriksakan diri.

Pentingnya Kesadaran dan Dukungan Keluarga

Dr Ferdiyanto juga menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat kepada pasien TB. Diharapkan, mereka yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu untuk segera memeriksakan dahak di puskesmas. Saat ini, tersedia obat pencegahan TB yang dapat dikonsumsi oleh anggota keluarga pasien yang positif TB.

Ia memastikan penanganan kasus TB di Gorontalo Utara cukup baik. Ketika ada kasus baru, petugas puskesmas segera melacak kontak serumah dan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya cek dahak. Ia juga menekankan bahwa TB bukan disebabkan oleh minum es atau mandi malam, melainkan infeksi bakteri yang ditularkan melalui droplet udara.

Satu pasien TB dapat menularkan infeksi hingga ke 10-15 orang, namun tidak semua yang terpapar akan sakit jika daya tahan tubuh mereka baik. Pengobatan dan terapi pencegahan yang diberikan pemerintah, termasuk di RSUD Zainal Umar Sidiki, disediakan secara gratis dengan dukungan peralatan modern seperti mesin berbasis PCR untuk tes cepat TB.

"Penyakit TB pasti bisa sembuh, asalkan rajin berobat dengan tepat di fasilitas kesehatan, dan pasien tidak ditinggalkan berjuang sendirian," tegasnya, menyerukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam memberantas TB.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |