Dugaan Rasisme Warnai Gol Indah Vinicius dalam Kemenangan Tipis Madrid Atas Benfica

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, LISABON — Real Madrid membawa pulang kemenangan tipis 1-0 dari markas Benfica pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions di Estadio da Luz, Lisabon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Gol magis Vinicius Junior menjadi penentu. Sayang, laga menarik ini diwarnai ketegangan dan amarah yang nyaris membuat pertandingan berhenti.

Gol penentu lahir lima menit selepas jeda. Kylian Mbappe menusuk dari tengah dan mengalirkan bola ke sisi kiri. Vinicius bergerak diagonal, masuk ke kotak penalti, lalu melepas sepakan melengkung ke sudut jauh.

Bola tak terjangkau. Gol kelas dunia. Selebrasinya penuh energi, menari di dekat bendera sudut yang berujung kartu kuning karena dianggap berlebihan.

Namun euforia berubah jadi panas. Tak lama setelah gol itu, Vinicius terlibat adu argumen dengan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang kebetulan berasal dari Argentina.

Pemain Brasil tersebut kemudian menuduh adanya hinaan rasial. Wasit Francois Letexier langsung menyilangkan tangan di depan wajahnya, mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA. Pertandingan langsung dihentikan selama 11 menit.

Situasi sempat memanas. Para pemain Real mengancam meninggalkan lapangan. Sorakan berubah menjadi siulan keras setiap kali Vinicius menyentuh bola setelah laga dilanjutkan.

Kapten Real, Federico Valverde, angkat suara seusai laga. “Rekan-rekan yang berada di dekatnya mendengar sesuatu yang sangat buruk. Banyak orang berjuang melawan rasisme, dan Vinicius salah satunya. Saya bangga padanya,” ujar Valverde, yang juga gelandang timnas Argentina, kepada Movistar Plus.

Di tengah kontroversi, pertandingan tetap berjalan keras. Benfica tampil agresif sejak awal, tetapi Thibaut Courtois tampil sigap, termasuk dengan satu penyelamatan tangan kiri yang menggagalkan peluang Fredrik Aursnes. Di sisi lain, Anatoliy Trubin juga tampil gemilang, menggagalkan peluang Mbappe dan Arda Guler sebelum turun minum.

Menjelang akhir laga, drama kembali muncul. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir wasit pada menit ke-85 setelah dua kartu kuning akibat protes kerasnya. Ia meminta kartu kuning kedua untuk Vinicius usai pelanggaran terhadap Richard Rios, tetapi justru dirinya yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Mourinho mencoba meredam tensi. “Vinicius mengatakan satu hal, Prestianni mengatakan hal lain. Saya tidak ingin memihak dan saya tidak ingin mengatakan bahwa saya 100 persen mendukung Prestianni. Namun, saya tidak bisa bersikap netral dan mengatakan bahwa apa yang Vinicius katakan kepada saya adalah kebenaran. Saya tidak bisa, saya tidak tahu,” ujar Mourinho, yang sempat berbicara dengan Vinicius dan Prestianni.

Ia menyayangkan selebrasi Vinicius yang dianggap memancing suasana. “Dia mencetak gol yang hanya dia dan Mbappe yang bisa melakukannya Seharusnya ia merayakannya dengan timnya, bukan berhadapan dengan 60 ribu orang (suporter Galatasaray).”

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |