REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berawal dari konten viral di TikTok, banyak orang mulai membagikan realitas hidup mereka setelah lulus kuliah. Dulu bangga banget bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), jurusan sesuai mimpi, bahkan sempat jadi kebanggaan keluarga.
Namun, setelah wisuda? Plot twist. Kerjanya malah jauh dari jurusan yang dulu diperjuangkan mati-matian. Cerita kayak gini bukan satu dua orang aja. Ada yang kuliah di kampus top di Indonesia, tapi sekarang kerja di bidang yang sama sekali gak nyambung.
Bukan karena gak pintar atau salah jurusan, tapi karena realitas dunia kerja emang sekeras itu. Lowongan sesuai bidang terbatas, persaingan ketat dan kadang kebutuhan hidup bikin orang harus ambil peluang apa pun yang ada dulu.
Akhirnya banyak yang mulai sadar, ternyata masuk PTN bukan jaminan hidup auto sesuai rencana. Dunia kerja gak cuma lihat nama kampus, tapi juga skill, pengalaman, dan seberapa cepat kita bisa adaptasi.
Yang dulunya ngerasa “aman” karena kuliah di kampus negeri, sekarang justru ngalamin fase bingung “Sebenernya yang salah sistemnya, jurusannya, atau ekspektasi kita dari awal?” Di sisi lain, fenomena ini juga bikin stigma lama soal PTN vs PTS mulai goyah.
Dulu seolah-olah PTN itu kasta tertinggi, sementara PTS sering dianggap pilihan kedua. Padahal pas masuk dunia kerja, semua balik ke kompetensi masing-masing. Mau lulusan negeri atau swasta, kalau gak punya skill relevan dan pengalaman, ya tetap harus berjuang dari nol juga.
Makanya sekarang mulai banyak yang mikir ulang: mungkin yang penting bukan sekadar masuk PTN, tapi kuliah di kampus yang benar-benar nyiapin mahasiswanya siap kerja.
Kampus yang gak cuma kasih teori, juga pengalaman praktik, portofolio, dan koneksi ke industri. Karena di era sekarang, yang dilirik perusahaan bukan cuma IPK tinggi, tapi bukti kita bisa kerja beneran. Di sinilah peran kampus jadi krusial.
Kampus yang fokus ke pengembangan skill, pelatihan industri, dan dukungan karier jelas punya nilai lebih buat mahasiswa. Salah satu yang konsisten mendorong mahasiswanya siap terjun ke dunia kerja adalah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menerapkan kurikulum berbasis praktik, program magang, hingga BSI Career Center (BCC) yang aktif, mahasiswa dibekali bukan cuma gelar, tapi juga kesiapan menghadapi realita kerja yang sesungguhnya.
Tak hanya itu, sebagai Kampus yang telah terakreditasi Unggul, UBSI paham bahwa gak semua mahasiswa mau jadi pekerja, lewat BSI Entrepreneur Center (BEC), mahasiswa diajarkan jadi pengusaha sebelum wisuda.
Jadi, daripada cuma ngejar gengsi nama kampus, kini saatnya lebih realistis: pilih kampus yang bikin kamu siap kerja dan punya skill yang dibutuhkan industri. Karena akhirnya, dunia kerja gak tanya kamu lulusan PTN atau PTS, tapi tanya: “Kamu bisa ngapain?”
Yuk, kuliah di UBSI dan siapkan dirimu jadi lulusan yang gak cuma bangga saat wisuda, tapi juga siap bersaing di dunia kerja! Daftar sekarang dan wujudkan masa depan karier yang lebih pasti bersama UBSI.

2 hours ago
3
















































