Gaya Rambut Putri Kim Jong-un Dilarang Ditiru di Korut

1 hour ago 4

Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) resmi menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kanan), dan putrinya Kim Jue-ae (kiri) menghadiri perjamuan merayakan ulang tahun ke-75 berdirinya Tentara Rakyat Korea ( KPA) saat melakukan kunjungan ke penginapan Perwira Umum KPA di Pyongyang, Korea Utara, Selasa (7/2/2023). (diterbitkan Rabu (8/2/2023)). Korea Utara akan merayakan peringatan 75 tahun berdirinya KPA pada Rabu (8/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Korea Utara kembali membuat aturan "unik". Kali ini, gaya rambut khas anak Kim Jong-un, Kim Ju-ae, dikabarkan resmi menjadi milik eksklusif sang putri.

Siapa pun warga Korea Utara yang nekat meniru potongan rambut putri Kim Ju-ae ini akan menghadapi hukuman potong rambut hingga menjalani kerja paksa selama enam bulan atau pendidikan ulang ideologis di tahanan.

Dilansir laman The Mirror pada Kamis (2/4/2026), gaya rambut khas Kim Ju-ae yang disebut sebagai gaya "ayam jantan" atau rooster hairstyle, kini menjadi barang terlarang bagi warga biasa. Gaya rambut "ayam jantan" memiliki ciri sebagian rambut diikat ke atas dan sisanya dibiarkan terurai hingga poni menutupi dahi.

"Saya mendengar dari kontak di Korea Utara tentang kekecewaan yang meningkat. Mereka melihat Kim Ju-ae mengenakan pakaian mahal dan tampil seperti gadis kecil di acara-acara penting, sementara warga biasa harus menanggung aturan yang semakin ketat dan kesulitan ekonomi yang memburuk," ujar seorang narasumber yag tidak disebutkan namanya.

Sejauh ini, Kim Ju-ae telah melakukan sekitar 61 penampilan publik resmi. Dulu ia terlihat sebagai anak kecil yang menggandeng tangan ayahnya, kini ia muncul sebagai remaja yang tak ragu memegang kendali. Belum lama ini, ia tertangkap kamera sedang mengoperasikan tank tempur raksasa dalam sebuah latihan militer besar-besaran.

Pemandangan itu cukup unik. Kepala seorang gadis remaja melongok dari kursi depan mesin perang yang gahar, sementara ayahnya duduk tenang di atas tank tersebut, seolah sedang memberikan kursus singkat menjadi penguasa militer.

Read Entire Article
Politics | | | |