Gelar Simulasi Armuzna, Peserta Diklat PPIH Arab Saudi Persiapkan Momentum Puncak Haji

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Para peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 mengikuti gladi Posko Armuzna di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. Dalam gladi tersebut dilakukan simulasi peristiwa yang terjadi pada jamaah haji saat berada di Arofah, Muzdalifah, dan Mina.

Para peserta diklat memang telah dibagi dalam tiga daerah kerja (daker) yakni Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah. 

Petugas Daker Bandara yang akan bertugas sebagai Satgas Arafah disimulasikan di Gedung A. Sedangkan petugas Daker Mekkah yang berperan sebagai  Satgas Muzdalifah disimulasikan di Gedung SG 1, dan petugas Daker Madinah sebagai Satgas Mina disimulasikan di lapangan basket asrama haji.

Gelombang jamaah dari Makkah disimulasikan menuju ke Arafah pada 8 Zulhijjah. Jemaah dibagi dalam tiga shift, yakni pagi hari, siang hari, dan sore-malam 21 bus.

Jamaah pun melaksanakan wukuf yang merupakan puncak haji. Jamaah dari berbagai negara akan berdiam diri dan berdoa.

Lalu, para jamaah menuju ke Muzdalifah dengan sebanyak tujuh bus, dan didorong ke Mina dengan sebanyak lima bus. Sementara jamaah dari Mina menuju Makkah diangkut dengan 21 bus.

Saat gladi di Mina, ketika jamaah tiba di posko, sebelum menuju lokas jamarat, dismulasikan terdapat persoalan yang muncul.

Petugas memerankan persoalan jemaah lansia yang memerlukan bantuan dan kursi roda. Ada pula jamaah yang belum mendapatkan tenda sesuai skema, belum mendapatkan konsumsi, hingga jamaah yang mengalami masalah kesehatan sehingga pingsan di dalam sebuah tenda di Mina.

Arus jamaah digambarkan terus bergeraj di tengah rasa lelah, haus, lapar, dan sakit. Emosi pun memuncak.

Dalam situasi tersebut, petugas haji ditekankan bertindak sigap mencari solusi. Koordinasi lintas tugas dan fungsi sangat dibutuhkan baik dari tusi konsumsi, tusi akomodasi, tusi pertolongan pertama, dan tusi kesehatan.

"Tanpa ada koordinasi antarpetugas, kondisi tidak bisa segera teratasi," tutur Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, Letkol Surnadi.

Petugas, kata dia, harus memberikan pelayanan prima kepada jemaah. “Petugas harus memahami tugas masing-masing, bergerak cepat, dan prima melayani jemaah,” katanya.

Petugas juga harus sigap memberikan jalan keluar atas kebutuhan makan jamaah. Misalnya dengan memberikan kepastian waktu.

“Lima menit dari sekarang, saya pastikan sudah ada makanan, sabar ya,” ungkap petugas konsumsi.

Begitu pula penanganan terhadap jemaah sakit. Petugas medis segera memeriksa jemaah sakit, dan bila perlu merujuk ke rumah sakit.

Letkol Surnadi menekankan ujian haji memang ada di Armuzna. “Jadi harus dipahami persoalan dan solusinya,” katanya.

Kepala Daker Madinah Khalilurahman menyatakan persoalan yang disimulasikan itu adalah yang selalu muncul setiap musim haji.

“Figuran tadi itu hanya sebagian kecil, kenyataannya jauh lebih berat,” tutur Kadaker Madinah usai gladi di depan peserta Diklat PPIH Arab Saudi.

Read Entire Article
Politics | | | |