Pemprov Jakarta Anggarkan Rp 132 Miliar untuk Normalisasi Kali Cakung Lama

3 hours ago 2

Warga beraktivitas di pemukiman yang terdampak banjir di kawasan Petukangan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah memutuskan untuk melakukan normalisasi Kali Cakung Lama, Jakarta Utara. Normalisasi kali itu menjadi salah satu langkah prioritas yang dilakukan untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat khusus terkait penanganan banjir di ibu kota. Salah satu keputusan yang dihasilkan dalam rapat itu adalah untuk melakukan normalisasi Kali Cakung Lama, yang belakangan menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. 

"Maka kami menyetujui dan segera akan dimulai untuk sekali lagi normalisasi Kali Cakung Lama," kata dia di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai, program normalisasi Kali Cakung Lama itu bakal dilakukan beriringan dengan normalisasi Kali Ciliwung. Selain itu, Pemprov Jakarta juga berencana melakukan normalisasi Kali Krukut di Jakarta Selatan. Namun, normalisasi akan diprioritaskan terlebih dahulu di Kali Cakung Lama dan Ciliwung. 

Ia juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pembangunan turap di sepanjang Kali Cakung Lama yang yang telah dibebaskan lahannya. Sementara untuk normalisasi Ciliwung, Pemprov hanya bertugas untuk melakukan pembebasan lahan. Terkait pembangunan turap di Kali Ciliwung disebut merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Untuk normalisasi Ciliwung yang akan membangun tanggul atau turapnya adalah Kementerian PU, tetapi kalau untuk Kali Cakung Lama dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dan itu akan menjadi prioritas kami dalam rangka penanganan untuk banjir jangka menengah tadi," kata Pramono. 

Pramono menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 132 miliar untuk melakukan pembebasan lahan untuk program normalisasi Kali Cakung Lama. Anggaran itu disebut akan mulai digunakan pada Februari 2026.

"Tadi untuk bulan Februari saja kita butuh Rp 132 miliar dan sudah disetujui pembebasan," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya juga siap untuk menambah anggaran untuk normalisasi Kali Cakung Lama dalam APBD-P. Pasalnya, anggaran Rp 132 miliar yang disiapkan belum termasuk untuk penanganan penyempitan di ujung Kali Cakung Lama.

"Sekarang ini secara prinsip yang dari 8,5 kilometer itu anggaranya sudah ada. Hanya memang yang di ujung belum ada anggaranya, tetapi saya udah menyetujui dan ini menjadi prioritas untuk APBD perubahan," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |