Gentengisasi Nasional untuk Atap Indonesia yang Berkelanjutan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggagas gerakan nasional gentengisasi, proyek ambisius untuk menggantikan atap seng di seluruh Indonesia dengan genteng berbahan tanah liat. Gagasan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1).

Prabowo menekankan bahwa atap seng yang masih mendominasi rumah‑rumah di Indonesia tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak negatif pada kenyamanan penghuni: atap seng cenderung panas dan mudah berkarat.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendukung gagasan ini dan menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan menjadi ujung tombak dalam produksi genteng nasional. Yang lebih penting, Ferry mengusulkan pendekatan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dan keterjangkauan genteng.

Pada kunjungannya ke Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, Ferry menjelaskan teknologi inovatif ini:

1. memanfaatkan bahan campuran turunan limbah batu bara yang dicampurkan ke bahan baku tanah liat;

2. menghasilkan genteng yang lebih ringan, lebih kuat, dan lebih tahan lama;

3. menekan biaya produksi sehingga genteng menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Itu bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng yang berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batu bara. Itu bisa menjadikan hasil produk gentengnya akan lebih ringan dan lebih kuat," ujar Ferry.

Selain aspek kualitas dan ekonomi, proyek gentengisasi juga berkaitan dengan isu lingkungan. Ferry menegaskan bahwa perhatian Presiden terhadap genteng sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah.

"Presiden ingin masalah resik, kebersihan, karena sekarang ternyata kan masalah sampah menjadi masalah yang terjadi di mana‑mana dan belum ada solusinya. Sekarang pemerintah dalam waktu dekat akan ada pengelolaan sampah, jadi tidak dibuang ke TPA sampah, tapi langsung dikelola di tempat pengelolaan sampah," jelas Ferry.

Keunggulan genteng dibandingkan atap seng tidak hanya terletak pada daya tahan, tetapi juga pada kenyamanan dan keindahan:

1. genteng memberikan suhu ruangan yang lebih sejuk (tidak panas seperti seng);

2. tampilan rumah menjadi lebih estetis dan harmonis dengan lingkungan;

3. kualitas material genteng lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat.

Dalam konteks implementasi, Ferry optimis bahwa Kopdes Merah Putih mampu menjalankan proyek ini karena ketersediaan bahan baku tanah, modal yang dimiliki hampir seluruh daerah di Indonesia. "Kalau tanah kan semua juga ada," ucapnya.

Dengan kombinasi teknologi baru, dukungan kelembagaan melalui Kopdes Merah Putih, dan komitmen politik tingkat tinggi, proyek gentengisasi nasional diharapkan mampu:

1. meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat;

2. memperbaiki tampilan lingkungan perkotaan dan pedesaan;

3. mengurangi dampak limbah melalui pemanfaatan turunan batu bara;

4. mendorong ekonomi lokal melalui produksi genteng skala desa/kelurahan.

Proyek ini bukan sekadar pergantian material atap, tetapi langkah strategis menuju Indonesia yang lebih hijau, nyaman, dan berdaya saing.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |