REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat internasional semakin menggemari makanan halal dari Indonesia. Ini ditunjukkan dengan nilai ekspor makanan halal yang capai puluhan miliar dolar AS.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan kinerja ekspor produk halal Indonesia telah mencapai 41,4 miliar dolar AS pada 2024. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi sektor halal terhadap perolehan devisa sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Dyah Roro menilai penguatan ekspor halal berjalan beriringan dengan pengelolaan pasar domestik yang solid. Pasar dalam negeri, kata dia, menjadi fondasi penting bagi pengembangan produk halal nasional sebelum menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
“Nilai total ekspor produk halal kita mencapai 41,4 miliar dolar AS,” ujar Dyah Roro dalam acara Kadin Indonesia di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Kontribusi terbesar ekspor halal berasal dari sektor makanan dengan nilai 33,6 miliar dolar AS. Sektor fesyen halal menyumbang 6,83 miliar dolar AS, sedangkan kosmetik halal tercatat 363 juta dolar AS. Pemerintah memandang komposisi tersebut membuka ruang pengembangan, terutama pada subsektor fesyen dan kosmetik.
“Halal fashion sebesar 6,83 miliar dolar AS, yang menurut hemat saya masih bisa kita kembangkan lebih jauh karena potensinya sangat besar,” ujar Dyah Roro.
Peningkatan ekspor halal didorong melalui penguatan kerja sama internasional di bidang sertifikasi. Kemendag mencatat terdapat 37 lembaga sertifikasi halal luar negeri yang telah menjalin kerja sama saling pengakuan atau Mutual Recognition Agreement di 16 negara. Indonesia juga membangun kerja sama bilateral bidang halal dengan lima negara mitra.
Upaya tersebut ditopang oleh peran jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) aktif mengomunikasikan standar produk halal Indonesia kepada mitra dagang guna menjaga kepatuhan sekaligus memperluas akses pasar.
Kemendag turut melibatkan pelaku usaha dan asosiasi eksportir dalam mendorong kinerja ekspor. Pemerintah memandang sektor swasta sebagai aktor kunci dalam merealisasikan berbagai perjanjian dagang yang telah disepakati, termasuk kerja sama ekonomi komprehensif dengan sejumlah negara mitra.
“Yang merealisasikan perjanjian dagang yang sudah kita rampungkan adalah para pelaku usaha. Peran mereka sangat penting dan krusial,” ujar Dyah Roro.
Ke depan, penguatan ekosistem industri halal nasional menjadi agenda utama agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen besar, tetapi juga pemain utama di pasar global. Pemerintah menargetkan semakin banyak produk halal Tanah Air hadir dan dikenal di berbagai negara.

2 hours ago
5














































